Lombok Post
Metropolis

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

MULAI BANGKIT: Sejumlah pengungsi di Lingkungan Tegal, Sandubaya, Kota Mataram membuat berbagai olahan dari bahan rumput laut, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Warga yang terkena dampak ekonomi akibat gempa bumi mulai bangkit. Mereka terlibat dalam pengembangan sektor ekonomi produktif dan potensial.

 “Alhamdulillah kita dapat bantuan dari pusat untuk pelatihan membuat tortilla rumput laut di Lingkungan Tegal,” tutur Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini.

Tegal jadi satu dari beberapa lingkungan di Bertais yang terkena dampak gempa bumi. Lokasi ini dipilih dengan harapan dapat memotivasi ibu rumah tangga atau emak-emak, bangkit.

 “Kita bentuk kelompok, supaya hasilnya lebih efektif,” terangnya.

Selain membuat tortilla rumput laut, mereka juga diajari membuat rengginang, dan kolang kaling. Hasil pelatihan itu nantinya harus ditularkan pada emak-emak pengungsi yang lain.

“Terutama yang tidak sempat ikut pelatihan,” terangnya.

Hasil pelatihan ini cukup positif. Para emak-emak korban bencana langsung praktik di rumahnya, karena telah dapat bantuan alat produksi dan freezer. Sejumlah pengusaha langsung menampung hasil olahan emak-emak ini.

“Ditampung oleh penguasaha pengolah ikan,” terangnya.

Selain itu, hasil olahan mereka juga dapat dipasarkan di warung-warung dan toko sekitar Lingkungan Tegal. Hartini mengatakan, pelatihan ini sangat efektif. “Masyarakat langsung menikmati hasilnya,” tegasnya.

Pembentukan kelompok didesain agar rantainya tidak ada yang putus. Dari tahap penyediaan bahan, produksi, distribusi, hingga penjualan. Ke depan jika kelompok ini semakin direspon, Dinas Perikanan berencana memperkuat kerja sama.

“Kita bentuk lagi kelompok dan membuat MoU dengan pengusaha lain untuk pemasarnya,” cetusnya.

Contoh sukses kelompok ini diharapkan dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak kelompok di lokasi-lokasi terdampak bencana. Bahkan sejak kelompok ini mulai aktif berproduksi, berjualan dan mendapatkan hasilnya mendorong keinginan banyak ibu rumah tangga lainnya.

“Ini yang benar-benar disebut the power of emak-emak,” ujar Hartini kembali mengulum senyum. (zad/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi