Lombok Post
Metropolis

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

LEBIH SEGAR: Seorang warga tengah berjalan sambil menenteng ikan segar di Pantai Penghulu Agung, beberapa waktu lalu.

Pantai di Kota Mataram belum sepenuhnya dimanfaatkan. Termasuk Pantai Penghulu Agung. Padahal pantai ini memiliki banyak kekayaan tersembunyi.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

———————————————————

ANGIN bertiup semilir. Matahari masih terlihat malas menapaki langit timur. Burung-burung terbang merenggangkan sayap lebar-lebar. Menggeliat setelah semalaman terlelap dalam sangkar yang hangat.

Beberapa orang berjalan menikmati udara pagi. Gemuruh ombak pantai seperti orkestra musik terapi yang dengan cepat membuat gelombang otak turun ke alfa. Gelombang otak alfa yang tenang namun terjaga. Bukan terlelap.

Beberapa wanita menyanggong telapak tangan di atas alis. Memincingkan mata ke arah titik yang mulai membesar, di ujung garis horison.

“Itu semakin dekat,” kata Yeti Herawati, seorang ibu asal Perumahan Tanjung Karang yang berjalan dengan anaknya.

Titik yang ia tunjuk itu adalah perahu nelayan. Mereka baru pulang setelah mengarungi laut yang luas. Disaat sebagian besar penduduk kota lelap dalam malam yang dingin, mereka justru menerjang hawa laut yang menusuk tulang sum-sum.

“Lebih enak beli di sini, selain lebih murah, ikannya juga masih segar,” ujar Hera.

Ia tidak sendiri. Masih ada ibu dan bapak lain yang juga terlihat menunggu di tempat tersebut. Memang belum terlalu banyak. Tapi Hera yakin suatu saat jejaknya akan diikuti banyak ibu rumah tangga lain.

“Sambil jalan-jalan, bisa beli ikan yang murah,” ujarnya setengah berbisik, sembari senyum senang.

Penghulu Agung memang jadi favorit warga menyambut pagi. Pantainya yang relatif bersih serta arah padang yang luas membuat para penikmat pagi betah di sana.

Siapa saja dengan cepat bisa membakar lemak. Ketika matahari naik 4-5 hasta di langit timur. Tidak ada pohon atau rumah yang terlalu dekat dengan pantai yang dapat menghalangi sinar matahari.

“Kalau yang mau asyik-asyikan lihat pantai, bisa naik ke atas mercusuar itu,” tunjuknya pada sebuah bangunan tinggi yang dilengkapi lampu berdaya tinggi.

Dari mercusuar itu pandangan lebih plong. Hampir 9 kilometer pantai Ampenan bisa dengan mudah termati. Belum lagi kepulangan para nelayan yang telah mengarungi sebagian malam di laut lepas.

“Memang belum seramai eks Pelabuhan Ampenan, tapi saya yakin suatu saat, di sini bisa jauh lebih ramai,” kata Hariadi, pengunjung lainnya.

Apalagi jika kawasan itu dilengkapi dengan infrastuktur seperti jalan, spot bermain anak, tempat selfie, lapak PKL yang teratur, dan wahana permainan.

“Dorong juga agar para nelayan yang habis melaut singgah di sini,” ujarnya.

Sehingga kawasan itu punya orisinilitas dan keunggulan sendiri. Tidak harus sama seperti keunggulan di eks Pelabuhan Ampenan yang mengandalkan view-nya. Pemerintah menurutnya hanya perlu memoles agar tempat itu lebih representatif.

“Saya bayangkan nelayan-nelayan yang baru pulang melaut, dapat langsung menjual ikan tangkapannya di pesisir pantai,” terangnya.

Pembelinya dari ibu rumah tangga sampai wistawan yang ingin menikmati ikan segar yang baru diangkat dari kedalaman laut. Tentu cita rasa dan daya tariknya akan jauh berbeda. Daripada ikan-ikan yang telihat segar di pengepul.

Ia sangat yakin, Penghulu Agung suatu ketika akan jadi primadona. Titik yang mengundang banyak investor ramai-ramai menanamkan modal dan usaha dan mulai merup buah dari bisnis wisata pantai di sana.

“Memang sekarang masih sangat alami tapi sekalipun begitu tidak mengurangi minat wistawan datang ke sini, terutama hari-hari libur,” tegasnya. (*/r3)

Berita Lainnya

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost