Lombok Post
Giri Menang

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

MENANTI BANTUAN: Salah seorang warga Dusun Ranjok Desa Dopang Kecamatan Gunungsari yang tinggal di pengungsian kemarin (22/11).

GIRI MENANG-Empat bulan sudah korban gempa di Lombok Barat (Lobar) tinggal di tenda pengungsian. Namun hingga hari ini, kejelasan bantuan yang dijanjikan kepada mereka belum ada kabarnya.

Kondisi ini membuat sejumlah warga di Dusun Ranjok Utara Desa Dopang Kecamatan Gunungsari hanya bisa mengelus dada. “Ada 350 warga di Dusun Ranjok Utara yang rumahnya rusak. Sekitar 300 rusak berat, tapi sampai sekarang belum ada yang menerima bantuan,” beber Kepala Dusun Ranjok Utara Jamaludin.

Bantuan rekening tabungan yang selama ini digembar gemborkan, bagi masyarakat Dusun Ranjok ini hanya cerita belaka. Mereka belum pernah melihat bentuknya. Termasuk kejelasan bagaimana tindaklanjutnya.

Meskipun, Kadus mengaku sudah mendapatkan SK terkait sejumlah rumah yang rusak akibat gempa. “Harapan kami, ya secepatnya direalisasikan (janji pemerintah). Kasihan sama warga. Apalagi musim hujan. Nggak ada yang berani tidur kalau hujan. Takut terpalnya bocor,” lanjutnya.

Menurut Jamaludin, yang paling diharapkan warga adalah pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang dijanjikan. Karena, jika mengharapkan Hunian Sementara (Huntara), itu menurutnya tak menyelesaikan masalah.

Huntara yang dibangunkan bagi warga, jumlahnya sangat terbatas. Itu pun, lokasinya jauh dari pemukiman warga. Sehingga bantuan Huntara dianggap tidak efektif.

“Makanya banyak warga yang meninggalkan Huntara. Karena kalau hujan tergenang dan becek,” bebernya. Korban gempa memilih menetap tinggal di tenda darurat.

Kondisi serupa dialami warga Dusun Sangiang Desa Langko Kecamatan Lingsar. Kadus Sangiang Sapoan Hadi mengaku 258 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa sebagian besar tinggal di pengungsian. Sebanyak 77 KK diantaranya kondisi rumahnya rusak berat. Sedangkan sisanya rusak sedang dan ringan.

Namun warga di dusun ini lebih beruntung. Karena bantuan perbaikan rumah bagi warga korban gempa sudah terproses. Dari 77 unit rumah yang rusak parah terdampak gempa, 41 unit rumah sudah mendapat SK dan telah menerima rekening tabungan. “Alhamdulillah buku rekeningnya sudah kami terima. Saldonya Rp 25 juta,” akunya menunjukkan saldo yang tertera di rekening yang diterimanya.

Hanya saja untuk proses selanjutnya terkait pembangunan Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) maupun Rumah Instan Konvensional (RIKO) yang ramah gempa masih belum jelas kelanjutannya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Petani Diimbau Bayar Zakat

Redaksi LombokPost

Fasilitator Kiriman BPBD NTB Dikeluhkan

Redaksi LombokPost

Terekam CCTV, Pencuri HP dalam Kapal Dicokok

Redaksi LombokPost

Pedagang Keluhkan Penerangan Bundaran GMS

Redaksi LombokPost

Waktu Pelaksanaan UNBK Tak Berurutan

Redaksi LombokPost

Dua Puskesmas Direlokasi Minggu Ini

Redaksi LombokPost

Polres Lobar Gelar Nyongkolan Massal

Redaksi LombokPost

Memori Gempa yang Terekam di Kepala Puskesmas Penimbung

Redaksi LombokPost

DPRD Lobar Godok Dua Raperda Inisiatif

Redaksi LombokPost