Lombok Post
Metropolis

Muslim Masih Duduk Manis

H Effendi Eko Saswito

MATARAM-Untuk sementara, H Muslim masih duduk manis di kursi kepala bidang di Dinas Pemuda dan OlaAhraga Kota Mataram. Sebab, Pemerintah Kota Mataram belum mengambil sikap apapun.

“Belum ada keputusan dari kita terkait kasus ini,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, kemarin (21/11).

H Muslim sendiri merupakan atasan Baiq Nuril yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Muslim merupakan orang yang menyeret Nuril ke jalur hukum.

Sebelumnya, Sekda bersama beberapa pejabat terkait sudah membahas permasalahan H Muslim dan Baiq Nuril ini. “Belum ada keputusan,” sebutnya.

Menurutnya, pihaknya perlu mengkaji kasus ini sebelum mengambil keputusan. “Nanti tergantung pak Wali Kota yang memutuskan,” terangnya.

Eko mengaku tidak bisa langsung memberikan sanksi kepada Muslim terkait apa yang dilakukan kepada Nuril. Namun yang jelas, jika dari kajian ia melanggar, pasti diberikan sanksi. Entah itu berat, sedang, maupun ringan. Pun juga jika melanggar kode etik PNS.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram H Muslim enggan komenter terkait masalah ini. Muslim sapaan akrabnya cukup dikenal di kalangan pendidikan.

Sebelum menjabat sebagai SMA di beberapa sekolah negeri di Kota  Mataram, ia hanya guru biasa di SMAN 2 Mataram. Lulusan S2 Australia ini pernah menjabat sebagai Kepala SMAN 6 Mataram dan SMAN 7 Mataram.

Setelah beberapa tahun menjabat Kepala SMAN 7 Mataram, akhirnya Muslim diangkat sebagai pengawas Dikpora Kota Mataram. Beberapa bulan menjadi pengawas, ia naik jabatan sebagai Kasi Pendidikan Non Formal Dikpora Kota Mataram.

Setelah Dikpora Kota Mataram dipecah menjadi dua OPD. Yakni menjadi Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), ia naik jabatan menjadi Kabid Kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram. Muslim saat itu dilantik pada 30 Desember 2016. (jay/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost