Lombok Post
Catatan Redaksi

Awas, Garong Masuk Kampus!

PENCURI: Fahrul (kiri) dan Adi (tengah) saat pengungkapan kasus penangkapan keduanya, oleh Kapolres Mataram AKBP Muhammad, di Polres Mataram, kemarin (6/6). DIDIT/LOMBOK POST

Tempat keramaian selalu mengundang kesempatan dan niat pelaku kejahatan untuk beraksi. Salah satu lokasi keramaian yang tak jarang disatroni maling adalah kampus. Di institusi pendidikan ini, pelaku beraksi beraksi di siang dan malam hari.

== == ==

Dari catatan kepolisian, ada tiga kampus yang kerap dijadikan sasaran pencurian, yakni Universitas Mataram (Unram), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Kategori pencurian pelaku juga beragam, mulai dari mencuri motor hingga membobol ruang kuliah maupun dosen untuk mengambil barang berharga milik kampus. Mereka biasanya beraksi secara bergerombol, minimal dua orang pelaku.

Seperti pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di UMMat, akhir November lalu. Aksi tindak pidana tersebut dilakukan GPW, SS, dan RS. Dua nama pertama merupakan anak-anak.

Ketiga pelaku beraksi di malam hari, sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu (24/11). Mereka mendatangi TKP dengan menggunakan motor. Pelaku kemudian mendobrak pintu ruang dosen Fakultas Teknik. Di dalamnya berisi satu unit CPU, LCD Monitor, speaker, dan dua unit printer. Seluruh barang elektronik tersebut diambil pelaku dan disembunyikan di dalam kain.

Kemudian, di Februari lalu, polisi meringkus enam orang yang mencuri di Gedung C Jurusan Biologi, Fakultas Tarbiah dan Kejuruan UIN Mataram, di Jempong.

Salah satu pelaku yang tertangkap berinisial ARA. Remaja 17 tahun tersebut menceritakan awal mula pencurian. Dia diajak IN untuk melakukan pencurian. Ketika itu, IN baru saja mengambil televisi di ruang dosen. Namun aksinya diketahui penjaga malam. Karena kasihan, penjaga malam menyuruh IN untuk mengembalikan barang curiannya.

Saat proses pengembalian ini, IN kemudian mengajak ARA bersama empat kawannya. Dalam ajakan ini, IN menjanjikan ARA satu bungkus rokok jika ikut. Dia juga diberi tahu IN, selain mengembalikan televisi mereka akan kembali melakukan aksi pencurian di UIN Mataram. Laptop dan proyektor menjadi sasaran komplotan ini, atas perintah IN.

Setali tiga uang dengan dua kampus di atas, Unram juga kerap dijadikan medan aksi pelaku pencurian. Di sini, para “bramacorah” lebih menyukai melakukan tindak pidana pencurian motor.

Seperti yang diutarakan Wahyu Bambang, ayah dari salah satu mahasiswi yang menjadi korban pencurian. Kata Wahyu, motor anaknya hilang di halaman parkir Laboratorium Fisika, Fakultas MIPA, Unram.

”Hilang di areal kampus,” kata dia.

Wahyu mengatakan, pelaku diduga memanfaatkan kondisi kampus yang sepi. Sebab, ketika peristiwa terjadi, hujan tengah melanda Kota Mataram. ”Memang saat itu hujan, jadi tidak ada orang di luar,” ujarnya.

Wahyu berharap, pihak kampus bisa mengatensi masalah pencurian ini. Apalagi setelah melapor ke polisi, dia mendapat informasi bahwa anaknya bukan korban pencurian motor yang pertama.

”Pas saya melapor, sudah ada enam korban sebelum itu. Jadi asumsinya, satu minggu bisa dua kali terjadi pencurian motor,” terang Wahyu.

Sistem keamanan yang buruk ditambah pengamatan pelaku terhadap sasaran, jadi faktor utama terjadinya pencurian di kampus. Untuk locus delicti UMMat dan UIN Mataram, sebagian pelaku berasal dari sekitar kampus.

RS misalnya. Pria yang menginisiasi pencurian di Fakultas Teknik UMMat berasal dari Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan. Tempat tinggal RS dengan kampus UMMat hanya dipisahkan pasar Pagesangan.

Begitu juga dengan ARA dan kawan-kawannya. ARA tinggal di Lingkungan Jempong, masih satu lingkungan dengan kampus II UIN Mataram.

RS mengatakan, kelompoknya memang lebih dulu memastikan tidak ada keamanan kampus yang berjaga di sekitar Fakultas Teknik. Setelah memastikan kondisi aman, RS dan GPW masuk ke dalam. Sedangkan SS disuruh menunggu di luar.

”Di sana (Fakultas Teknik) memang gak ada yang jaga. Tapi, tetap saya suruh satu orang untuk jaga di luar,” aku dia.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, sasaran kejahatan tidak tertuju pada satu tempat. Misalnya, hanya di rumah saja atau di kampus saja. ”Di saat ada keramaian, itu bisa muncul niat dan kesempatan. Ada peluang di situ,” kata Alam.

Menurut kapolres, perlu dilakukan penjagaan guna menghindari terjadinya tindak pidana. Yang bertugas dan berwenang tentu pihak-pihak yang memiliki barang.

Untuk di wilayah kampus, upaya mencegah tindak pidana bisa dilakukan dengan sistem keamanan yang baik. Misalnya, membuat one gate system hingga melarang pihak yang tidak berkepentingan untuk masuk ke areal kampus.

”Kalau itu tidak dilakukan prosedurnya, pelaku residivis maupun yang baru akan memanfaatkan. Selama ini terjadi (pencurian) salah satu faktornya karena lemahnya pengamanan,” tandas Alam.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Berita Lainnya

PKL Semrawut Rusak Estetika Kota

Redaksi LombokPost

Bantu Bersih-bersih Pantai

Redaksi LombokPost

Tim Muay Thai NTB Masuk Zona Neraka Pra-PON

Redaksi LombokPost

Kecamatan Pemenang Prioritaskan Program Berbasis Mitigasi Bencana

Redaksi LombokPost

Jayakarta, Hotel Tepat Untuk Momen Kasih Sayang

Redaksi LombokPost

Masuk Tahun ke-20, Penghasilan Tertingginya Rp 1 Juta Sebulan

Redaksi LombokPost

NTB Harus Lebih Kreatif Kembangkan Produk Wisata Halal

Redaksi LombokPost

Google Bagikan Trik Menangkal Hoax Untuk Jurnalis di NTB

Redaksi LombokPost

Senggigi Sudah Move On

Redaksi LombokPost