Lombok Post
Selong

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Nurawan Hamdi

Selong – Begitu bencana tiba, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) tak bisa berbuat banyak. Penyebabnya, selain tak diberikan amunisi, senjata juga tak dimiliki. Kondisi tersebut diiyakan oleh Kasi Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan bencana BPBD Lotim Muzakir.

“Tidak ada anggarannya. Tapi kita memang hanya sosialisasi kepada TSDB yang sudah kita bentuk,” kata Muzakir.

Karena itu pihaknya selalu menyarankan kepada Pemdes untuk mengalokasikan dana desanya. Kata Muzakir, hal itu selalu ia tekankan selama turun ke setiap desa dampingan. Hal serupa disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan bencana BPBD Lotim Nurawan Hamdi. Ia mengatakan selalu menodong kepala desa untuk mengaloasikan DD untuk TSDB.

Hal itu dilakukan pada pembentukan desa tangguh bencana di Beririk Jarak, dan Gunung Malang di Kecamatan Wanasaba, beberapa pekan lalu. “Saya todong untuk bisa dianggarkan. Setidaknya sebagai dana stimulan. Berapapunlah. Dengan harapan keberadaan mereka itu diakui,” kata Nurawan.

Menurut Nurawan, keberadaan TSDB sangatlah penting. Melihat lokasi desa rawan bencana yang jauh dari Kota. Belum menghitung persiapan lain sebagainya, butuh waktu lebih dari satu jam untuk sampai ke sana. “Memang yang paling cepat bisa menangani bencana adalah tim yang berada di desa,” ujarnya.

Taofik Imbau Desa Gunakan Dana Desa

Kadis PMD Lotim Taofik Juaini  mengamini pentingnya TSDB. Ia menjelaskan Permendagri no 16 2018 yang mengatur tentang prioritas penggunaan DD 2019 sudah menjawabnya. Artinya, desa rawan bencana sudah bisa mengalokasikan DD untuk kebutuhan kesiapsiagaan bencana.

“Misalnya ada desa rawan bencana yang mau mendapatkan pelatihan mitigasi bencana, biaya pelatihan bisa dianggaran dari DD. Yang penting jangan double anggaran saja,” terang Taofik.

Selain itu, Permendes 2018 tentang penggunaan DD juga sudah mengakomodir kebutuhan tersebut. Kata Taofik, desa sangat bisa membeli peralatan tanggap darurat bencana. “Mungkin Rp 50 atau 60 juta. Tapi tetap mengikuti mekanisme. Seperti dibicarakan di musyawarah dan atas dasar kesepakatan bersama,” jelasnya.

Taofik pun mendorong desa rawan bencana seperti Sembalun dan Sambelia untuk menganggarkan DD. “Ini imbauan kami. Sekiranya desa rawan bencana perlu mengalokasikan anggaran untuk peralatan. Agar tidak mengandalkan dari daerah saja,” kata Taofik. (tih/r2) 

Berita Lainnya

Ayo, Berwisata ke Sembalun Rinjani!

Redaksi LombokPost

Brigadir Agus Salim, “Radar” Penolong Warga Tak Mampu

Redaksi LombokPost

Pemkab Siap Bangun Infrastruktur Sport Tourism di Bukit Pergasingan

Redaksi LombokPost

Izin PT Temada Tak Bermasalah

Redaksi LombokPost

Izin PA Bisa Lindungi Anak dan Istri

Redaksi LombokPost

Andrea Ardi Ananda, Pustakawan Kebanggaan DPK Lotim (1)

Redaksi LombokPost

Suami yang Dibakar Istri Itu Meninggal

Redaksi LombokPost

Pembangunan SPBU Dihentikan Sementara

Redaksi LombokPost

Tanda Tangan Warga Diduga Dipalsukan

Redaksi LombokPost