Lombok Post
Headline Praya

Desa Aik Berik Susun Awik-Awik Pendakian Rinjani

PINTU MASUK: Satu-satunya akses pintu masuk menuju objek air terjun dan jalur pendakian di Desa Aik Berik, BKU Lombok Tengah, beberapa hari lalu.

PRAYA-Imbauan kepada siapa pun para pendaki Gunung Rinjani, melalui jalur Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah, agar mematuhi awek-awek desa. Aturan tidak tertulis tersebut, mencantumkan peringatan menjaga hutan, menjaga kebersihan dan menjaga keamanan.

“Dan, masih banyak lagi,” cetus Ketua Forum Masyarakat Kawasan Rinjani (FMKR) Lombok Marwi pada Lombok Post, Sabtu (1/12) lalu.

Marwi menerangkan, selama perjalanan para pendaki tidak boleh mencabut bibit pohon, bunga dan atau sumber daya hutan yang ada. Apalagi, menebangnya.

Kemudian, lanjutnya tidak boleh menangkap makhluk hidup yang ada di dalam hutan. Lalu, menjaga kebersihan, keamanan dan tutur kata yang baik selama perjalanan pendakian. “Kami bersyukur, hutan kami masih lestari, masih rindang dan masih sejuk,” ujar pria asal Desa Aik Berik tersebut.

Pendakian Gunung Rinjani jalur Aik Berik pun, diakui Marwi menjadi satu-satunya jalur yang masih terjaga kondisi hutannya, tidak ada aksi penebangan hutan. “Dan, satu-satunya kaya sumber daya air,” sambung tokoh masyarakat Desa Aik Berik Abdul Kadir.

Kadir menjelaskan, jalur Aik Berik masih perawan dan masih simbit. Jadi, sanksi alam yang dimaksud, merupakan sanksi yang datang dari makhluk gaib. Mau percaya atau tidak, intinya selama perjalanan tetap konsentrasi saja, jangan memiliki niat, apalagi ingin melakukan tindakan yang sudah tertuang dalam awek-awek desa.

Sebelum mendaki dan selama pendakian, kata Kadir pemandu akan menjelaskannya. “Itu saja yang patut di patuhi, selebihnya pendaki akan menikmati pendakian yang tidak ditemukan di tempat lain,” ujarnya.

Salah satunya, bebernya ada lokasi swafoto. Sampai beberapa fotografer, siap membayar Rp 100 ribu per foto. Lokasinya benar-benar indah dan alami. “Yang penasaran, ayo mendaki. Jangan mendengar dari cerita saja,” tantang Kadir.(dss/r2)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost