Lombok Post
Metropolis

Hidupkan Pariwisata, Gelar Festival Musik Jazz

SIAP DIGELAR: Para pendukung acara ‘Sound Of Humanity’ Mataram Jazz & World Music Festival 2018 menyatakan kesiapannya pada jumpa media yang digelar di Hotel Santika, kemarin (3/12).

MATARAM-Paska gempa, nyaris tidak ada event-event nasional yang digelar di Kota Mataram. Pariwisata kota seperti mati suri. Tidak ada yang bisa dinikmati.

Namun dalam waktu dekat, warga kota bisa tersenyum senang. Sebab Bandini Production akan kembali menyajikan festival music Jazz yang ke-3, bertajuk ‘Sound Of Humanity’ Mataram Jazz & World Music Festival 2018.

Di hadapan awak media, Ais Mashoed selaku Project Director dari acara tersebut menjelaskan, festival musik yang digelar diharapkan bisa berimplikasi pada pariwisata Kota Mataram. Ini juga menjadi bagian dari marketing daerah, agar Kota Mataram lebih dikenal karena event musiknya.

“Jadi kita bisa menyuguhkan sebuah festival musik yang berkelas, event ini menjadi pendukung dari wisata yang lain di Kota Mataram,” jelasnya.

Ais menyebut, Kota Mataram tidak seperti daerah lain di NTB. Tidak ada wisata alam yang bisa ditonjolkan. Karena andalan Kota Mataram hanya wisata kuliner, religi, budaya dan Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sehingga diharapkan Mataram Jazz & World Music Festival 2018, bisa menjadi salah satu alternatif daya tarik wisatawan.

Festival musik ini akan digelar selama dua hari. Tanggal 8 dan 9 Desember. Bertempat di Lapangan Sangkareang Kota Mataram.

Acara ini akan menghadirkan 105 musisi jazz tanah air. Tergabung dalam grup dan solo. Ada Tohpati, Jason Ranti, Cerita Fatmawati, Sambava, Pesawat Kertas dan masih banyak lagi.

Ary Juliant yang mewakili musisi Jazz mengatakan, Mataram Jazz & World Music Festival 2018 juga sebagai ajang untuk memperkenalkan musik jazz kepada warga Kota Mataram. Terlebih lagi, ada musisi lokal yang ikut ambil bagian. Ini manandakan bagaimana musik jazz juga diminati masyarakat Kota Mataram.

Ia juga menjanjikan, ada sesuatu yang berbeda dari dua festival musik jazz sebelumnya. Apalagi temanya Sound Of Humanity. “Kami ingin menunjukkan jika musik tidak hanya sekedar hiburan semata, tetapi telah menjadi bagian dari hidup kita secara keseluruhan,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Reza Bofier selaku General Manager dari Hotel Santika, yang juga sponsor dari Mataram Jazz & World Music Festival 2018, mendukung penuh kegiatan positif semacam ini. Sehingga diharapkan, bisa berdampak langsung pada kunjungan wisatawan ke NTB terutama di Kota Mataram. Apalagi dengan kondisi Lombok pascagempa, semua pihak harus move on.

“Kita sudah bangkit, yang harus kita lakukan sekarang adalah move on, kita gak perlu lagi memikirkan bencana itu lagi, lewat acara ini kita buktikan Lombok sudah siap dikunjungi,” jelasnya.

Baiq Indraningsih selaku perwakilan dari relawan juga turut mengapresiasi acara ini. Setelah hampir empat bulan, Lombok diguncang gempa, gelaran dari Mataram Jazz & World Music Festival 2018 adalah moment yang tepat bagi semua pihak untuk benar-benar move on. (cr-yun/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost