Lombok Post
Giri Menang

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

BUKA KEMBALI: Director of Sales Sheraton Senggigi Yunartha Adiwijaya saat launching re-opening Hotel Sheraton Senggigi pascagempa, Sabtu (1/12) lalu.

GIRI MENANG-Bulan Desember menjadi momen kebangkitan hotel-hotel di Senggigi, Lombok Barat. Setelah “tiarap” akibat kerusakan yang dialami saat gempa bumi Juli-Agustus lalu, kini mereka sudah beroperasi secara normal.

Salah satunya Hotel Sheraton. Hotel berbintang di kawasan wisata Senggigi itu, sudah mulai beroperasi seperti biasa sejak Sabtu (1/12) lalu.

“Sebenarnya kerusakan di Hotel Sheraton Senggigi tidak terlalu terdampak. Tapi karena kami berada di bawah naungan Marriot International Indonesia, kami off sementara karena manajemen ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada tamu,” jelas Director of Sales Sheraton Senggigi Yunartha Adiwijaya saat launching re-opening hotelnya Sabtu lalu.

Selain untuk memperbaiki beberapa kerusakan, Sheraton juga melakukan penyegaran kamar hotel untuk memberikan kesan baru. Sekaligus membuat tamu merasa lebih nyaman. Sehingga, mereka yang datang dipastikan ingin datang kembali. “Kami memiliki 154 kamar eksklusif. Mulai sekarang kami menerima pesanan kamar offline maupun online,” lanjut Yuna.

Yang membuat pihak hotel merasa sangat bahagia, setelah launching re-opening, sejumlah tamu mulai memesan kamar. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan kamar. “Kami sangat bersyukur karena kami buka 1 Desember, besok 2 Desember kami sudah dapat pesanan 130 kamar,” ungkapnya.

Tamu yang datang berasal dari Jakarta dan Australia. Mereka menginap di Sheraton Senggigi mulai 2 Desember hingga 8 Desember mendatang. “Tamu dari NGO partnership Australia dan Indonesia,” cetusnya.

Tak hanya itu,  beberapa tamu juga sudah memesan kamar di Hotel Sheraton untuk minggu kedua Desember. Melihat kondisi bulan itu, okupansi diprediksi akan berada di angkat 40-50 persen. “Itu sudah luar biasa bagi kami,” aku Yuna.

Ketua ASITA NTB Dewantoro Umbu Joka mengatakan, berbagai upaya dilakukan membangkitkan pariwisata NTB. ASITA NTB sendiri sudah meyakinkan mitra di seluruh Indonesia dan beberapa negara, kondisi NTB sudah normal seperti biasa. “Dengan beroperasinya hotel yang ada di Senggigi seperti Sheraton ini, bisa meyakinkan wisatawan kalau Lombok sudah aman. Karena kita tahu hotel ini kan punya grup di Nusantara hingga mancanegara,” ucapnya.

Kembali beroperasinya Sheraton menjadi salah satu bukti bahwa pariwisata Senggigi sudah bangkit kembali. Mengingat hotel ini menjadi salah satu tolok ukur akomodasi bertaraf internasional yang sangat memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.

Humas ASTINDO NTB Abdul Haris juga mengapresiasi beroperasinya sejumlah hotel di Senggigi. Karena ini akan memberi dampak langsung terhadap usaha travel agent yang ada di Lombok. “Kalau hotel belum operasi, kita tentu ikut merasakan dampaknya. Dengan beroperasinya beberapa hotel di Senggigi ini menjadi kabar baik bagi pengusaha travel agent,” jelasnya.

Selaku owner Senandung Travel, Haris mengungkapkan, saat ini 170 customernya siap masuk ke Lombok bulan ini untuk berlibur. Sehingga, ia sangat berharap beroperasinya Sehraton Senggigi bisa disusul hotel-hotel lain. Sehingga ini menjadi momen kebangkitan pariwisata di Lombok, khususnya Lombok Barat. (ton/r1)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost