Lombok Post
Metropolis

Mataram Raih Penghargaan Daerah Tertib Ukur nasional 2018

RAIH PENGHARGAAN: Salah seorang warga melintas di pasar Mandalika, belum lama ini.

MATARAM-Kota Mataram akan meraih penghargaan nasional. Kali ini bidang perdagangan, tepatnya daerah tertib ukur (DTU) nasional 2018 dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Rencananya penghargaan ini akan diserahkan Menteri Perdagangan pada 6 Desember di Bandung. “Insya Allah dalam penyerahan ini akan dihadiri Wali Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Lalu Alwan Basri, kemarin.

Alwan belum tahu secara spesifik penghargaan diberikan Pemkot Mataram terkait DTU. Namun yang jelas ia menegaskan penghargaan ini untuk DTU. “Bidang apa kota belu, tahu,” singkatnya.

Menurutnya, Kota Mataram meraih DTU 2018 setelah 10 pasar di kota dietapkan sebagai daerah tertib ukur. Diantaranya, Pasar Dasan Agung, Perumnas, Mandalika, Kebon Roek, Pagesangan, Pagutan, Abian Tubuh, Cakranegara, dan Pasar Sindu.

Mataram dianggap sebagai daerah yang dipercaya dan masyarakatnya taat dan sadar dalam implementasi penerapan alat-alat takar, ukur. Serta perlengkapannya demi perlindungan terhadap konsumen sebagai amanat undang-undang.

Predikat DTU 2018 bagi daerah diberikan setelah Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), dalam hal ini Direktorat Metrologi bersama dinas kabupaten/kota yang membidangi perdagangan bekerja keras melakukan beberapa tahapan kegiatan pembentukan DTU.

Setelah 10 pasar di Mataram mendapatkan predikat tertib ukur, kedepan pihaknya akan mendaftarkan sembilan pasar lainnya. “Tahun 2019 kita akan daftarkan sembilan pasar,” cetusnya.

Guna mempertahankan DTU, pihaknya akan tetap melakukan pendataan. Timbangan atau alat ukur yang dipakai masyarakat dilaporkan ke dinas. Setelah itu, baru dilakukan pengawasan. “Peran serta pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan mempertahankan daerah tertib ukur,” terangnya.

Disinggung soal beberapa sembako mulai merangkak naik memasuki momen Maulid, Alwan langsung membantah. Pihaknya menjamin stok harga tidak akan naik atau terjadi penurunan. Biasanya harga sembako naik di pengecer, melainkan langsung ke tokonya.

“Kalau beli satu atau dua di pengecer harganya mungkin naik,” ujarnya. Namun jika beli di toko tidak akan naik.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram Zaenal Arifin tetap memantau perkembangan pasar. Jika ada sembako atau pun barang naik pihaknya pasti akan turun untuk mengecek. “Sejauh ini belum ada laporan sembako naik,” sebutnya.

Guna membantu warga pihaknya juga turun ke lingkungan menggandeng dunia usaha untuk membuka pasar murah. Dengan begitu masyarakat akan terbantu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost