Lombok Post
Metropolis

Ratakan Rumah, Baru Bantuan Cair

TUNGGU PANEL: Salah seorang warga Lingkungan Jangkuk membuat adukan semen untuk pondasi Risha, pekan lalu.

MATARAM-Rumah roboh dan rata dengan tanah, baru bantuan Rp 50 juta bisa dicairkan. Jika tidak, dana itu akan dipending meski rumah sudah disurvei Rekompak dan tim PUPR.

“Pas mulai penyaluran dana, eh malah dipending. Meskipun rumah itu masuk kategori rusak berat,” tutur Sinatera, warga Lingkungan Jangkuk.

Aturan yang dibuat Pemkot terkesan aneh. Rumah yang dikatakan rusak berat dengan survei dilakukan PUPR dan Rekompak terbantahkan gara-gara tidak dirobohkan. Rumah rusak berat yang tidak dirobohkan keseluruhan, akan turun kasta menjadi rumah rusak sedang dan ringan. Pun juga dengan dananya tidak akan disaluran. Bisa-bisa tidak lagi Rp 50 juta, melainkan bisa Rp 25 juta, bahkan Rp 10 juta.

Sinatera tidak tahu harus mengadu kemana. Di saat bantuan mulai disalurkan ia harus gigit jari. Karena dana untuk pembangunan Rp 50 juta dipending gara-gara rumah tidak dirobohkan semuanya.

“Kalau kita robohkan semua tidak cukup dengan dana Rp 50 juta untuk membangun kembali,” terangnya.

Sinatera mengaku, bantuan Rp 50 juta tidak disalurkan. Bahkan ia tidak masuk dalam kelompok masyarakat (pokmas) untuk bisa menyalurkan bantuan. Kejadian ini membuat dirinya gerah. Sebab, dari dinas PUPR dan Rekompak yang melakukan survei kelayakan masuk kategori berat, tiba-tiba pemkot membatalkan.

“Yang lebih tahu mana rusak berat, sedang, dan ringan kan PUPR. Bukan kita yang menilai,” terangnya.

Ia mempertanyakan jika dana yang sudah masuk rekeningnya tidak bisa dicairkan, lalu akan kemana. Jangan sampai nanti dana itu akan dimainkan. “Ini buat-buat aturan sendiri,” kesalnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam dihubungi via telephone, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban.(jay/r5)

Berita Lainnya

Pemprov NTB Akhirnya Buka Pendaftaran PPPK , Honorer Diberi Waktu Dua Hari

Redaksi LombokPost

Empat Hewan Pembawa Rabies Ditemukan Balai Karantina

Redaksi LombokPost

RSUD Kota Mataram Siapkan Aplikasi SIMRS

Redaksi LombokPost

Kaderlan Pencari Damai di Rumah Panggung dari Kayu Bekas

Redaksi LombokPost

Pemkot Mataram Angkat Tangan Tak Ikut Pendaftaran PPPK Serentak

Redaksi LombokPost

Permintaan Eliminasi Anjing Cukup Tinggi

Redaksi LombokPost

Baru Tiga Kecamatan Punya RDRT

Redaksi LombokPost

Fatwir Jabat Kadis Pendidikan

Redaksi LombokPost

Miftah: Penertiban Pelanggaran Tata Ruang Akan Dilanjutkan!

Redaksi LombokPost