Lombok Post
Giri Menang Headline

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

MASIH GELAP: Inilah jalur PLTU Jeranjang yang belum mendapat lampu penerangan jalan umum.

GIRI MENANG-Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat (Lobar) sempat mengungkapkan, pembangunan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Taman Ayu akan dibangun PLN NTB. Mengingat jalur ini merupakan jalan menuju PLTU Jeranjang sebagai salah satu sumber pembangkit listrik PLN NTB.

Sayangnya, pihak PLN NTB membantah kabar tersebut. PLN NTB justru mengaku belum pernah menganggarkan untuk pembangunan PJU dari dana CSR. Hasilnya, hingga kini jalur menuju gudang listrik itu, masih gelap gulita.

“Kalau untuk pembangunan PJU itu belum ada. Kami coba cek surat dari Dinas terkait (Dinas Perkim) juga belum ada masuk,” ujar Assistan Manager Komunikasi PLN UIW NTB Rofia Fitri kepada Lombok Post.

Pernyataan Fitri, sapaannya, menyusul adanya informasi dari Kepala Dinas Perkim Lobar Lalu Winengan. Dimana, kepada Lombok Post ia mengaku pihaknya akan bersurat ke PLN NTB meminta agar pembangunan PJU bisa dilakukan. Menindaklanjuti janji GM PLN NTB sebelumnya yang pernah dilontarkan ke pihak Pemkab Lobar.

Dari keterangan Winengan GM PLN NTB sempat menjanjikan pihaknya siap membangun PJU di jalur tersebut. “Mungkin kalau ada kesepakatan tertulis hitam di atas putih ya bisa saja. Tapi kami memang tidak ada menganggarkan untuk pembangunan PJU. Kalau untuk mengalirkan listriknya, kami siap,” aku Fitri.

Menyikapi respons pihak PLN ini, Winengan mengaku seharusnya pihak PLN NTB bisa melihat kondisi yang ada. Mengingat jalur tersebut dijelaskannya dilalui oleh karyawan dan pegawai PLTU Jeranjang. Sehingga, ia menilai seharusnya PLN NTB punya tanggung jawab untuk itu. “Kalau ada apa-apa dengan karyawannya karena jalan gelap bagaimana. Ya sudah nanti mereka berhubungan dengan masyarakat,” kelitnya.

Sehingga, dengan kondisi ini, Winengan mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah tahun depan Dinas Perkim akan menganggarkan untuk pembangunan jalur PLTU Jeranjang atau tidak. Justru ia meminta pihak desa atau pun dewan juga turut berkontribusi atas persoalan ini. Mengingat dana di desa cukup besar dan bisa dimanfaatkan untuk itu.

Melihat kondisi ini, Ketua Komisi III DPRD Lobar TGH Jamhur geram dengan sikap Dinas Perkim yang mengabaikan persoalan PJU di Lobar. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban Dinas Perkim Lobar untuk menerangi jalan yang dilalui masyarakat dengan lampu PJU. Terlebih jalur di PLU Jeranjang yang merupakan daerah penghasil listrik.

“Masyarakat itu sudah membayar pajak penerangan jalan lewat rekening listrik. Masyarakat itu berarti punya hak, itu harus dikembalikan ke masyarakat (dalam bentuk PJU). Itu Perkim yang punya kewenangan,” tegasnya.

Sehingga, ia meminta Dinas Perkim untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Pihaknya pun mengaku sudah berbicara dan menekan Dinas Perkim untuk menangani soal ini. “Kami merasakan dari masyarakat bayar pajak tapi kondisi jalan gelap gulita. Jadi masyarakat memang harus diberikan haknya,” tandasnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost