Lombok Post
Metropolis

Demi Kota Tua Ampenan, Depo Pertamina Bakal Dipindah

INDAH BANGET: Dua orang remaja tengah duduk, sembari membelakangi pemandangan indah di Eks Pelabuhan Ampenan, beberapa waktu lalu.

Tidak ada yang tidak mungkin jika mau diusahakan dengan gigih. Kawasan yang legendaris dengan bongkar muat barang itupun, tengah siap-siap disulap jadi wisata kelas dunia. Ini bocorannya.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

———————————————————

HARI baru terlelap. Tapi aktivitas di pantai Eks Pelabuhan Ampenan baru saja menggeliat. Debur ombak yang menghantam benteng beton, bagai tetabuhan yang mengiringi orkestra alam. Petang pun melarut. Tapi gema orkestra malam kian melengking syahdu.

Bocah-bocah berlari di sela-sela pria-wanita dewasa yang memadati kawasan legendaris itu. Mereka bermain. Berteriak nyaring. Seakan pagi baru saja bersemi.

“Di sini memang ramainya kalau malam hari,” kata Mahdi, salah satu PKL tua yang setia menyaksikan kindahan panorama Eks Pelabuhan Ampenan.

Mahdi termasuk yang beruntung. Ia bisa mendapat berkah Eks Pelabuhan Ampenan sembari menikmati masa tua di spot wisata kelas satu itu. Tidak semua PKL bisa berjejal-jejal di sana lalu menggelar lapaknya. Dan mendapat pundi-pundi rezeki dari jasa yang diberikan.

“Coba pantai mana yang lebih indah dari Eks Pelabuhan Ampenan ini,” pujinya.

Ragam kuliner terbentang dari sisi selatan hingga utara. Belum lagi meluber hingga mendekati gerbang sebelah timur. Para pelancong sudah dimanjakan dengan ragam kuliner yang tersedia.

“Dari yang hanya mau pesan secangkir kopi hitam, hingga sate ikan ada semua di sini,” tunjuknya lalu menunjuk lapak-lapak makanan.

Momen menikmatinya pun ada waktu tersendiri. Para wisatawan biasanya ramai memesan kopi atau minuman segar, ketika matahari bertengger di puncak Gunung Agung, Bali. Momen itu begitu berharga untuk dilewatkan hanya dengan bengong melihat bola raksasa itu, terlelap di pangkuan gunung aktif pulau Bali itu.

“Benar-benar romantis kalau disaksikan dengan kekasih,” kata Heidi sembari mengalungkan padangannya ke bola api raksasa itu yang terus perlahan menukik dan tenggelam ke balik gunung.

Para wistawan biasanya akan sangat heboh ketika momen sunset ini. Mereka akan berteriak saling memanggil satu dengan yang lainnya, lalu berkerumun di tanggul pantai. Seakan-akan momen sunset itu hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup mereka.

“Ada banyak angle yang bisa kita buat, mulai dari menjadikan sunset itu sebagai background, sampai matahari kita jadikan mahkota,” kisahnya.

Bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Mataram itu, Eks Pelabuhan Ampenan memang lokasi tidak ada duanya. Di sana selain berhadapan langsung dengan laut dalam, sehingga riak gelombang akan sangat berwarna ketika ditangkap kamera.

Tetapi juga Gunung Agung yang terpancang kokoh di barat laut seperti lukisan sempurna dari Tuhan Sang Maha Kreatif.

“Ini pemandangan tidak ada duanya,” puji dia.

Heidi termasuk yang yakin. Eks Pelabuhan Ampenan punya masa depan yang sangat cerah dari sisi Pariwisata. Ia menilai ini hanya soal akomodasi di kawasan itu yang belum menunjang. Sehingga belum mampu menarik banyak wisatawan mancanegara memadati Eks Pelabuhan Ampenan.

“Kalau saja di sini bisa dibangun hotel atau akomodasi seperti di Senggigi dengan villa dan hotel berbintangnya, aduhai bagaimana ini tidak akan menggoda,” ujarnya.

Sebenarnya ganjalan pesona Eks Pelabuhan Ampenan hanya karena ruang di sana yang tergolong sempit. Jika dibandingkan dengan kawasan pantai lain di Lombok, keindahan pantai ini sebenarnya tidak kalah, sekalipun ombak di sana datang dari laut lepas.

Tapi kekurangan pantai itu sebenarnya bisa ditutupi. Sebaliknya potensinya bisa dimaksimalkan. Caranya dengan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan melengkapi akomodasi penginapan di sana. Sayangnya, ruang itu nyaris tidak ada. Aplagi di sana berdiri dengan kokoh Depo Pertamina yang dinilai tidak selaras dengan semangat pariwisata di sana.

“Tapi itu sudah kita pikirkan, kita mau ajak Pertamina tukar guling,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal.

Depo pertamina itu bakal di geser ke lahan milik pemerintah di Loang Baloq. Sedangkan lahan yang akan ditinggalkan akan disulap menjadi RTH dan ditata sebagai kawasan akomodasi yang cantik.

Dengan begitu, daya tarik Eks Pelabuhan Ampenan, bakal lebih nendang. Menarik minat wistawan datang ke tempat itu lalu menghabiskan liburannya di sana.

“Segera akan kita bicarakan dengan Pertamina, kita berharap jalan Pabean itu nanti tidak macet lagi jika ada event-event yang digelar di kota tua atau eks pelabuhan Ampenan,” ulasnya.

Selama ini setiap kali ada kegiatan atau event di kota tua, jalan Pabean selalu krodit. Menghingat akses itu juga dimanfaatkan oleh truk-truk pertamina yang membawa BBM. Jika rencana ini berhasil, bukan tidak mungkin Eks Pelabuhan Ampenan akan berhasil kembali mencatatkan kejayaannya. Dengan menjadi pusat kegiatan pariwisata dan ekonomi, seperti beberapa puluh tahun silam. Saat kawasan itu masih hidup dengan aktivitas bongkar muat barangnya.

“Kita bersama pemerintah kota memang ingin memaksimalkan kawasan pantai Eks Pelabuhan Ampenan, sebelumnya juga sudah ada program penataan yang telah kita intervensi di sana,” tutupnya. (*/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost