Lombok Post
Metropolis

Dishub Diminta Berjaga di Depan Pasar Cakra

SEMRAWUT: Beberapa pengendara melintas di Jalan Selaparang, tepatnya di Pasar Cakranegara yang tiap harinya cukup macet, belum lama ini.

MATARAM-DPRD Kota Mataram menyoroti parkir menggunakan bahu jalan di depan pasar Cakranegara. Banyaknya kendaraan yang parkir di jalan membuat arus lalu lintas di sekitar pasar macet.

“Mestinya ada petugas Dishub di sini yang standby. Sehingga jukir tidak sembarang menggunakan jalan untuk parkir,” tegas Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sunardi, kemarin.

Didi merasa parkiran di depan pasar Cakranegara yang memanfaatkan jalan cukup mengganggu. Juru parkir (jukir) menggunakan jalan sebagai tempat parkir. Sehingga terjadi kemacetan tiap harinya. “Ini saya liat motor yang parkir samnpai bersusun tiga,” terangnya.

Setiap hari pengunjung di pasar Cakranegara cukup padat. Sangat tidak nyaman jika terus terjadi kemacetan di area tersebut. Ia menyebutkan, dirinya saja yang mau kearah barat dari Taman Mayura membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk melintas di depan pasar Cakranegara.

“Masak kita melintas di depan pasar puluhan menit karena macet. Ini kan sangat mengganggu,” terangnya.

Mestinya lanjut Didi, dalam area ini harus ada petugas dari Dishub Kota Mataram yang berjaga-jaga. Sehingga bisa menegur jukir yang memanfaatkan jalan untuk parkir. Atau paling tidak bisa mengurai kemacetan di depan pasar tersebut.

“Kalau ada petugas Dishub, paling tidak bisa membantu kelancaran kendaraan,” kata politisi gaek ini.

Didi tak bisa membayangkan kondisi macet di depan pasar ditambah lagi dengan adanya lampu lalu lintas di simpang empat. Jika kendaraan datang dari sebelah barat, maka jelas akan menambah kemacetan. “Perlu ada Dishub di titik ini,” terang politisi Golkar ini.

Ia menegaskan, jika PAD tidak bisa direalisasikan Dishub Kota Mataram dari parkir paling tidak bisa menertibkan tempat-tempat parkir.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Mataram H Khalid mengatakan, untuk PAD mungkin  belum bisa terealisasi dari parkir, namun untuk penertiban ia bisa lakukan. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan penertiban parkir sembarang.

“Kalau PAD mungkin kami tak bisa, tapi kami akan bergerak melakukan penertiban,” janjinya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost