Lombok Post
NTB

Gempa Lagi, Stok Logistik BPBD NTB Kosong!

MASIH BERTAHAN: Salah seorang korban gempa di Lingkungan Pengempel Indah, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram sedang mencuci piring di tenda pengungsian, kemarin (4/12).

MATARAM-Bantuan logistik untuk korban gempa bumi di NTB sudah berkurang. Bahkan bisa dikatakan sudah tidak ada lagi. Karena gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dalam kondisi kosong.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja mengakui jika sudah tidak ada lagi pihak yang memberikan bantuan dalam bentuk logistik melalui BPBD NTB. “Sampai hari ini (kemarin), kondisi gudang logistik kami kosong,” teranganya.

Sementara, persediaan di gudang logistik BPBD di kabupaten/kota terdampak sudah mulai berkurang. Padahal dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, kebutuhan logistik untuk para pengungsi tetap disalurkan. Seperti tenda, terpal, selimut, peralatan mandi, dan sembako.

Dana yang tersisa untuk penyediaan logistik untuk pengungsi juga sudah menipis. Karena BPBD harus berbagi dengan daerah yang sering dilanda bencana seperti banjir bandang.

“Baru-baru ini kami juga mengirim bantuan logistik ke Kabupaten Bima, satu truk. Bantuan itu untuk antisipasi bagi wilayah yang sering menjadi langganan banjir bandang,” jelas Agung.

Sehingga dalam hal penyaluran logistik ke daerah terdampak gempa sangat terbatas. Kondisi ini sudah Agung sampaikan pada BNPB.

Dana yang diminta BPBD NTB ke BNPB Rp 122 miliar belum ada tanda-tanda untuk direalisasikan. Padahal Agung sebelumnya sempat mengatakan jika dirinya telah bertemu dengan Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi untuk membahas pencairan dana ini.

“Proposal yang kami ajukan sampai hari ini belum ada kejelasan, belum ada tindak lanjut. Dari BNPB bilang kalau kami disuruh bersabar,” tandasnya.

Sementara itu, update data command center Pemprov NTB menunjukkan, hingga 12 November jumlah pengungsi gempa di tujuh kabupaten terdampak gempa bumi mencapai 51.784 orang. Sedangkan data hingga 21 November, total rumah rusak baik itu ringan, sedang, berat sebanyak 216.519 unit. Dan baru hanya 20 unit rumah yang siap dihuni.

Dengan kondisi tersebut, segala kebutuhan logistik pengungsi tetap menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah. Ia berharap, pencairan dana batuan dari BNPB ke BPBD NTB segera dilakukan karena situasi sudah mendesak.

“Harapannya semoga pemerintah pusat memperhatikan ini, pengungsi masih butuh bantuan, terutama untuk logistik,” pungkasnya. (cr-yun/r7)

Berita Lainnya

TP4D Warning Pelaksana Proyek

Redaksi LombokPost

Gubernur Minta OPD Tidak Main-main

Redaksi LombokPost

Kembalikan Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban

Redaksi LombokPost

Angka Stunting di NTB di Atas Rata-rata Nasional

Redaksi LombokPost

Bupati Loteng Tunggu Petunjuk Pusat

Redaksi LombokPost

BPJSTK Lindungi 3.606 Peserta Porprov

Redaksi LombokPost

Pengguna Narkoba Rentan Terkena HIV/AIDS

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Rp 1,3 Miliar Harus Kembali Dalam 60 Hari

Redaksi LombokPost