Lombok Post
Metropolis

Jor-Joran Demi Monumen Mewah!

MAKIN MENJULANG: Monumen Mataram Metro di Lingkar Selatan, sudah pada tahap pemasangan rangka baja, seperti yang terlihat bebreapa waktu lalu.

MATARAM-Proyek ikonik nan ambisius Monumen Mataram Metro dipastikan bakal berlanjut tahun 2019. Pemerintah Kota Mataram rupanya punya hasrat menuntaskannya tahun depan. Tidak tanggung-tanggung dana yang disiapkan pun sangat besar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura yakin, dengan anggaran ekstra besar. Monumen tahun depan bisa langsung jadi spot wisata andalan Kota Mataram.

“(Anggarannya) Rp 11 miliar,” kata Tura.

Anggaran ini berkali lipat dibanding tahun sebelumnya. Jika dalam dua tahun sebelumnya di masing-masing Rp 1,5 miliar. Sehingga totalnya Rp 3 miliar.

Di tahun ini dengan dijadikannya proyek itu sebagai proyek strategis dan prioritas. Maka keinginan pemerintah bisa membuat monumen itu berdiri megah.

“Jadi semua, termasuk underpass,” terangnya.

Tura hanya mengkhwatirkan jika di tahun 2019 terjadi kenaikan harga material yang signifikan. Sehingga dapat mempengaruhi kebutuhan anggaran.

“Kita ingin mengerjakan berdasarkan DED yang kita buat,” cetusnya.

Dari rencana, Monumen Mataram Metro adalah sebuah bangunan menjulang tinggi mencapai 50 meter. Dari DED yang beredar, di atas Monumen nantinya akan ada simbol kebanggaan UMKM di Kota Mataram yakni cangkang kerang. Di mana cangkang itu didesain bisa terbuka dan tertutup.

“Di dalamnya nanti ada (replika) mutiara,” terangnya.

Monumen ini selain sebagai simbol ikonik. Juga diharapkan dapat menjadi spot wisata baru ibu kota. Para pengunjung bisa menyaksikan keindahan kota dan pembangunan yang telah dilakukan dari ketinggian 50 meter.

“Ada lift dan tangga darurat yang disiapkan untuk naik ke atasnya,” jelasnya.

Dari DED juga terlihat bangunan monumen didesain modern. Selain mengusung tema tentang simbol UMKM, relief dan ornamennya juga akan banyak mengisahkan tentang kekayaan etnik masyarakat heterogen di Kota Mataram.

Ada rencana juga di bawah sebagai akses masuk menuju puncak monumen, disiapkan plaza. Di mana berbagai macam hasil UMKM bisa di pamerkan dan di jual di sana. Letak Monumen di Bundaran Lingkar Selatan sangat strategis. Mengingat langsung tersambung dengan By Pass BIL.

 “Insya Allah (akhir tahun) 2019 sudah bisa dinikmati,” tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost