Lombok Post
Catatan Redaksi

NTB Harus Lebih Kreatif Kembangkan Produk Wisata Halal

BERDIRI MEGAH: Salah satu ikon wisata halal NTB Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center berdiri megah di tengah Kota Mataram.

MATARAM-Lombok telah dikenal sebagai destinasi wisata halal terfavorit di Indonesia bahkan di dunia. Kondisi ini harus tetap dipertahankan. Namun Pemprov NTB perlu mencari formula lain untuk mengembangkan predikat wisata halal. Supaya lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang.

Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan OKI, Alwi Shihab mengatakan, Pemprov NTB harus jeli melihat apa yang menjadi keinginan masyarakat saat mengunjungi Bumi Gora. Tentu dalam hal peningkatan mutu dan kualitas makanan dan restoran.

“Terutama soal produk-produk yang dinilai aman oleh wisatawan saat membelinya,” tegas Alwi usai menghadiri Seminar Nasional Sertifikasi Halal di Hotel Lombok Raya, kemarin (4/12).

Terutama soal fasilitas yang bersertifikasi halal harus dilengkapi. Ia juga menekankan agar Pempov NTB bisa memunculkan ide-ide baru dalam hal pengembangan destinasi wisata halal di Lombok. Karena predikat semacam ini harus lebih diperkenalkan bahkan dipertahankan.

Alwi menyebut, penggalian ide-ide baru bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya dengan studi banding ke negara-negara yang menjadi penyumbang wisatawan terbesar di NTB. Seperti Malaysia dan negara-negara di Timur Tengah.

“Bisa dilihat bagaimana pengembangan wisata halal di Malaysia, jika ada yang cocok bisa diterapkan, makanya itu gunanya kita studi banding,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Tetty H. Sihombing menjelaskan, Lombok sebagai destinasi wisata halal, terutama untuk soal makanan tentu harus dilengkapi dengan sertifikasi halal.

“Kalau hal ini lebih dikembangkan, saya rasa Lombok sebagai destinasi wisata halal akan memiliki nilai jual yang tentu saja meningkat,” tegasnya.

Tidak hanya produk olahan makanan, Pemprov NTB juga harus memunculkan ide-ide inovatif terhadap restoran sebagai penyedia makanan yang disantap oleh para wisatawan. Misalnya dengan memberikan label-label halal pada restoran. Hal ini dirasa penting agar wisatawan yang datang tidak lelah mencari tempat makan yang halal di Lombok. (cr-yun/r7)

Berita Lainnya

PKL Semrawut Rusak Estetika Kota

Redaksi LombokPost

Bantu Bersih-bersih Pantai

Redaksi LombokPost

Tim Muay Thai NTB Masuk Zona Neraka Pra-PON

Redaksi LombokPost

Kecamatan Pemenang Prioritaskan Program Berbasis Mitigasi Bencana

Redaksi LombokPost

Jayakarta, Hotel Tepat Untuk Momen Kasih Sayang

Redaksi LombokPost

Masuk Tahun ke-20, Penghasilan Tertingginya Rp 1 Juta Sebulan

Redaksi LombokPost

Awas, Garong Masuk Kampus!

Redaksi LombokPost

Google Bagikan Trik Menangkal Hoax Untuk Jurnalis di NTB

Redaksi LombokPost

Senggigi Sudah Move On

Redaksi LombokPost