Lombok Post
Selong

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

ILUSTRASI: Salah satu alat peraga kampanye terpasang di simpang empat Pasar Pancor, Kecamatan Selong, belum lama ini.

Selong – Alat peraga kampanye (APK) tak boleh dipasang sembarangan. Namun saat menemukan pelanggaran, pencabutan tak semudah membalik telapak tangan. “Seringkali kita kesulitan dalam melakukan penertiban,” kata Ketua Panwascam Masbagik Tapaul.

Tapaul menerangkan Panwascam harus berhati-hati dalam menindaklanjuti pelanggaran. Sebab seringkali peserta pemilu bersangkutan merasa keberatan atas tindakan tersebut. Ia pun mengingat kasus pencabutan APK di wilayah selatan yang diprotes peserta pemilu. Kejadian itu berlangsung beberapa pekan lalu.

Kata Tapaul, masalahnya adalah kekhawatiran atas ketidakberimbangan pengawasan. Selain jumlah Panwascam memang tak cukup mengawasi puluhan desa. Tapaul menerangkan di Panwascam Masbagik, personil mereka berjumlah 10 orang. “Ya kita cukup-cukupkan,” katanya.

Ia tak menyebutkan kekurangan personel sebagai penyebab kesulitan penertiban. Namun pihaknya khawatir melakukan penertiban sebelum memastikan adanya pelanggaran lain di sekitar lokasi pemasangan tersebut.

“Saat ini ada beberapa yang kita temukan melanggar. Tapi masih kita klarifikasi,” terang Tapaul.

Ia berharap, PPK dan PPS bisa terlibat aktif dalam pemasangan. Sehingga dengan adanya koordinasi dari mereka, pihaknya akan lebih leluasa melakukan pendataan. Dengan begitu, proses penindakan bisa segera dilakukan.

Ketua Bawaslu Lotim Retno Sirnopati menerangkan APK yang dari KPU sudah diserahkan semua ke peserta pemilu. Melalui Rakor penyerahan tersebut, pihaknya telah menjelaskan tata cara pemasangan. Retno juga meminta kepada peserta pemilu untuk mengajak pengawas di lapangan saat melakukan pemasangan APK.

“Karena jangan-jangan pengawas kami juga asal menertibkan. Walaupun kami sudah menyampaikan kepada pengawas titik-titik tersebut,” terang Retno.

Sementara APK di luar desain KPU diharapkan untuk berkoordinasi terlebih dahulu sebelum dipasang. Mulai dengan cara bersurat. Sebelum diklarifikasi sebagai usaha menindaklanjuti surat tersebut. “Semua itu sudah kita sampaikan di Rakor. Tinggal dipatuhi,” tegasnya.  (tih/r2)

Berita Lainnya

Ayo, Berwisata ke Sembalun Rinjani!

Redaksi LombokPost

Brigadir Agus Salim, “Radar” Penolong Warga Tak Mampu

Redaksi LombokPost

Pemkab Siap Bangun Infrastruktur Sport Tourism di Bukit Pergasingan

Redaksi LombokPost

Izin PT Temada Tak Bermasalah

Redaksi LombokPost

Izin PA Bisa Lindungi Anak dan Istri

Redaksi LombokPost

Andrea Ardi Ananda, Pustakawan Kebanggaan DPK Lotim (1)

Redaksi LombokPost

Suami yang Dibakar Istri Itu Meninggal

Redaksi LombokPost

Pembangunan SPBU Dihentikan Sementara

Redaksi LombokPost

Tanda Tangan Warga Diduga Dipalsukan

Redaksi LombokPost