Lombok Post
Kriminal

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Kombes Pol Kristiaji

MATARAM-Penyidik Subdit IV Renakta Polda NTB segera membahas hasil penyelidikan laporan Baiq Nuril ke gelar perkara. Hasil gelar perkara akan menentukan apakah terdapat tindak pidana dalam delik pelecehan seksual verbal yang dilaporkan Nuril.

Selama proses penyelidikan, penyidik telah melakukan proses pemeriksaan secara marathon. Pemeriksaan terhadap pelapor Baiq Nuril dan terlapor berinisial MU, juga telah dilakukan penyidik Renakta.

Selain itu, sejumlah ahli, dari ahli pidana hingga bahasa juga diperiksa. Untuk ahli pidana, kepolisian mengambil keterangan Dr Lucky Endrawaty dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang.

Penyelidik juga meminta keterangan dari Sri Nurherwati, komisioner Komnas Perempuan. ”Ahli sudah (kita periksa). Ahli pidana dan (ahli) bahasa,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji.

Setelah serangkaian pemeriksaan saksi, Kristiaji menyebutkan arah penyelidikan bergerak ke gelar perkara. Langkah gelar perkara mencari apakah terdapat unsur tindak pidana dalam laporan Nuril. Dengan kata lain, gelar perkara akan menentukan apakah kasus dinaikkan ke penyidikan atau tidak.

”Keterangan (saksi) kan kita cocokkan. Apakah ini masuk pidana atau tidak sesuai dengan delik yang dilaporkan,” ujar dia.

Karena itu, Kristiaji enggan berandai-andai apakah kasus ini berpeluang besar naik ke penyidikan. ”Nanti tunggu hasil gelar,” pungkas dia.

Sebelumnya, penyelidik telah mengklarifikasi MU pada akhir November lalu. Pemeriksaan itu merupakan yang kali pertama. MU diklarifikasi dari sore hari hingga sekitar pukul 22.00 Wita.

Ketika dikonfirmasi, MU yang kini menjabat sebagai Kabid Pemuda dan Olahraga Dispora Kota Mataram memilih irit bicara. ”Saya tidak mau berkomentar apapun,” katanya singkat.

Selama pemeriksaan, MU nampak didampingi kuasa hukumnya, Karmal Maksudi. Karmal juga memberi tanggapan singkat. Intinya, pihaknya membantah apa yang dituduhkan Nuril kepada kliennya. ”Kami tidak mengenal pelecehan verbal,” ujar dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost