Lombok Post
Giri Menang

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Made Arthadana

GIRI MENANG-Meski baru beberapa tahun dibangun, kondisi jalan di sejumlah wilayah Lombok Barat (Lobar) mulai rusak. Kerusakan disinyalir akibat kurangnya pemeliharaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar selaku leading sektor. Hal ini pun diakui oleh Kepala Dinas PUPR I Made Arthadana.

“Pemeliharaan yang kurang maksimal memang berdampak pada cepatnya kerusakan jalan. Yang harusnya rusak 10 tahun karena kurang dirawat bisa jadi tiga tahun sudah rusak,” jelas Made kepada wartawan.

Anggaran pemeliharaan jalan yang dialokasikan dibeberkannya selama ini sangat kecil. Tidak sebanding dengan kondisi kebutuhan pemeliharaan jalan. Misalnya saja di tahun ini, anggaran untuk pemeliharaan jalan hanya Rp 600 juta. Padahal, jika melihat kondisi jalan yang ada di seluruh wilayah Lombok Barat, Made mengaku anggaran pemeliharaan yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 4 miliar.

“Artinya memang dibangun tahun ini harusnya tahun depan ada pemeliharaan. Sehingga bisa mencegah kerusakan yang lebih cepat. Tapi tahun ini anggaran pemeliharaan jalan hanya Rp 600 juta,” bebernya.

Ini akibat kondisi fiskal keuangan daerah memang sangat terbatas. Apalagi, di satu sisi saat ini masih banyak ruas jalan yang belum dibangun sama sekali. Sehingga, tentu Pemkab harus menentukan pilihan apakah lebih memprioritaskan pada pembangunan jalan atau pemeliharaan.

“Sebenarnya kalau pemeliharaan jalan itu intinya tidak membiarkan ada air tergenang di jalan. Memotong rumput serta memaksimalkan saluran. Ini semua memang membutuhkan petugas pemeliharaan jalan,” ucapnya.

Hanya saja, dengan kondisi keuangan saat ini, mau tidak mau Pemkab Lobar harus menentukan skala prioritas. Terlebih dengan adanya dampak gempa yang mengguncang Lobar, Pendapatan Asli daerah (PAD) merosot drastis.

Ini pun berdampak pada anggaran Dinas PUPR tahun depan. Made membeberkan terdapat penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) di dinasnya sekitar Rp 20 miliar. Dimana tahun ini  Dinas PUPR mendapat anggaran Rp Rp 60 miliar. Sedangkan tahun  sekarang Rp 40 miliar.

Ini pun berdampak pada anggaran pemeliharaan jalan tahun depan. “Kami masih mencari plafon anggaran untuk pemeliharaan jalan tahun 2019. Kami masih menyesuaikan anggaran mana yang bisa dirasionalisasi untuk kemudian untuk dialihkan pada pemeliharaan jalan,” tandasnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost