Lombok Post
Selong

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Baiq Agustina Widyawati

Selong – Lotim memiliki sumber daya alam yang potensial untuk menjadi destinasi wisata halal. Sayangnya, SDA tersebut tak dibarengi dengan SDM. Hal itu menjadi salah satu kendala Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) Lotim dalam mengembangkan wisata islami di bumi Patuh Karya.

“Karena itu pelatihan dan sertifikasi SDM pelaku usaha pariwisata sangat dibutuhkan,” kata Ketua APII Lotim Baiq Agustina Widyawati.

Ia menerangkan, saat ini pelaku usaha pariwisata syariah belum banyak. Ditambah lagi dengan kualitasnya yang masih relatif lemah. Menurut Agustina, hal itu sangat membutuhkan partisipasi dari pemerintah. Terutama dalam memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi mereka.

Menurutnya, pariwisata Islami bukan sekedar pariwisata yang menjalankan syariah Islam saja. Namun lebih dari itu, diharapkan halal tourism bisa memperkenalkan islam. Agama yang kaya dengan nilai keindahan, kedamaian, kegembiraan, saling menghargai, dan harmonis dengan sesama juga alam.

Agustina menerangkan pengembangan itu membutuhkan kerjasama semua pihak. Terutama pemerintahan dan pelaku usaha pariwisata itu sendiri. “Terutama Pokdarwis di masing-masing desa,” tekannya.

Selain itu, potensi SDA mesti juga dikembangkan. Kata Agustina, saat ini sarana dan prasarana yang mendukung wisata syariah masih sangat kurang. Hal itu seperti penginapan, wahana wisata, sarana tranportasi, pendukung destinasi wisata lainnya.

“Saat ini kita memang masih mencari bentuk dan pola agar bagaimana pariwisata syariah ini bisa diterima semua pihak. Terutama para wisatawan,” terangnya.

Satu dari sekian terobosan yang dilakukan APII Lotim adalah melakukan seminar dan table top pada Januari 2019 mendatang. Agustina menerangkan kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan bazzar, fashion show hijaber, dan nuasan kain tenun Lotim.

“Kita ingin melahir 1000 industri pariwisata Lotim dan percepatan terwujudnya pariwisata syariah Lotim,” terangnya. Ia mengatakan semua bisa dilakukan dengan koordinasi, implementasi, sinkronisasi, dan simplementasi (KISS).

Kabid promosi dan pemasaran Dispar Lotim Muhir menjelaskan potensi berkembangnya wisata syariah di Lotim sangat besar. Ia menyebutkan keberadaan masjid kuno, makam, kegiatan keagamaan seperti barzanji. “Begitu juga dengan drama tradisional Islami kita seperti rudat. Itu semua potensi besar,” kata Muhir.

Adapun mengenai kurang SDM, Muhir menjelaskan pengembangan tidak bisa berjalan sendiri. Melainkan membutuhkan kerjasama lintas sektoral dan lintas bidang. Ia mencontohkan kondisi desa yang berperan penting dalam pengembangan usaha pariwisata.

Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan bersurat ke DPMD untuk memberikan pemahaman atau pelatihan kepada pelaku usaha wisata di desa. “Selama ini banyak desa yang seharusnya bisa memanfaatkan potensi wisatanya. Karena itu mereka butuh diberikan pemahaman,” terang Muhir. (tih/r2)

Berita Lainnya

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost

JCH Lotim Naik 40 Persen

Redaksi LombokPost

Satpol PP Sasar Taman Tugu Selong

Redaksi LombokPost

Pesta Pantai Labuhan Haji Diserbu Pengunjung

Redaksi LombokPost

Arus Balik Lebaran 2019, Antrean Panjang di Kayangan dan Poto Tano

Redaksi LombokPost

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Ramai-ramai Berburu Takjil

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Dua Pelaku Curas Tertangkap, Dua Masih Buron

Redaksi LombokPost