Lombok Post
Headline Metropolis

Gempa Lagi, Panik Lagi

DATANG LAGI: Beberapa keluarga pasen bersimpuh di area terbuka ketika gempa tengah menggunang Mataram, Kamis (6/12).

MATARAM-Hari Minggu dan Kamis sepertinya jadi hari yang kurang menyenangkan. Terutama dari sisi pengalaman gempa bagi masyarakat Kota Mataram.

Tiga gempa besar terjadi di hari Minggu pada bulan Juli dan Agustus. Diantaranya tanggal 29 Juli, 5 Agustus, dan 19 Agustus.

Satu lagi, gempa besar dengan episenter di atas 5,5 SR yakni pada tanggal 9 Agustus pada hari Kamis. Dan Kamis (6/12) kemarin, gempa kembali terjadi dengan magnitudo 5,7 SR.

Ketika terjadi gempa, masyarakat sontak panik lagi. Termasuk di Kantor Wali Kota Mataram. Saat itu, aktivitas perkantoran baru saja dimulai.

Di ruang kenari ada rapat yang dipimpin Staf Ahli M Saleh. “Tiba-tiba gempa dan semua orang lari berhamburan,” tutur Najamudin, salah satu staf Humas dan Protokol Pemkot Mataram.

Gempa itu membuat pegawai pemkot panik. Orang-orang berkerumun di luar bangunan. Mereka bersiap siaga di luar bangunan, mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Mereka berangsur-angsur masuk ke dalam ruangan setelah yakin tidak ada gempa lagi.

Di tempat lain, kepanikan terjadi di RSUD Kota Mataram. Gempa yang cukup besar itu membuat pengunjung dan pasien sempat dievakuasi ke luar ruangan. Beberapa pengunjung berinisiatif lari ke ruang terbuka.

“Ya Allah datang lagi,” kata salah satu pengunjung RSUD dengan wajah panik.

Ia bersimpuh sembari memegang rumput. Takut kalau gempa susulan datang lagi. Aktivitas di RSUD sempat berhenti beberapa saat.

Kasubag Humas RSUD Kota Mataram Lalu Hardimun mengatakan, suasana kepanikan cepat terkendali. Ia mengakui pengunjung sempat panik lalu berlarian ke arah ruang terbuka. Sementara beberapa pasien meminta dibawa ke luar ruangan.

“Ya sempat panik,” kata Hardimun.

Apalagi gempa datang di pagi hari. Saat pelayanan di poli, IGD, Hemodialisa, dan pelayanan lain sedang berjalan. Ia sendiri saat itu sedang menaiki tangga di ruang hemodialisa ketika gempa tiba-tiba datang menyapa.

“Tidak lama, ada sekitar 30 menit situasi panik setelah itu berangsur-angsur kembali normal,” kisahnya.

Sekalipun ada beberapa sisi bangunan di RSUD sedang diperbaiki. Karena gempa Agustus lalu. Tidak ada reruntuhan bangunan yang membahayakan pasien dan pengunjung. Semua dalam kondisi aman terkendali.

“Tidak ada. Semua aman dan baik-baik saja. Termasuk para pekerja bangunan,” yakinnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Mataram dr Emirald Isfihan mengatakan, hingga siang kemarin, RSUD Kota Mataram tidak ada menerima pasien akibat gempa. Ini menurutnya menandai setidaknya gempa kemarin tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Kalau ada bunyi sirine ambulans itu wajar, tidak berarti itu korban gempa,” kata Emir.

Diakui Emir, ada banyak pihak yang bertanya tentang pasien akibat gempa bumi ke pihaknya. Tapi yang dikhawatirkan syukurnya tidak ada terjadi. Tidak hanya di luar gempa, ia juga mengakui gempa sempat membuat para pasien di RSUD Kota Mataram panik.

“Ya saya rasa itu manusiwi (paniknya),” ujarnya.

Namun yang jelas, tidak sampai menganggu aktivitas pelayanan RSUD. Semua tetap berjalan aman terkedali. Para pasien tetap di bawah kendali perawat dan petugas RSUD begitu gempa mengguncang Mataram.

“Ada beberapa pasien yang memang minta keluar ruangan, ya kita bawa keluar ini demi ketenangan psikologi mereka,” jelasnya.

Tapi kemudian, demi memudahkan pelayanan, pasien kembali di bawah ke dalam ruangan. Begitu potensi gempa susulan diperkirakan tidak akan terjadi lagi.

“Yang jelas bangunan kita sejauh ini aman,” yakin Emir. (zad/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost