Lombok Post
Headline Metropolis

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

KUNJUNGAN: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memberikan kenang-kenangan kepada Wakil Rektor WULS Michal Zasada saat berkunjung ke Polandia, Rabu (5/12).

WARSAWA-Hari kedua Gubernur H Zulkieflimansyah dan rombongan di Polandia penuh kejutan. Tidak sekadar keliling membangun komunikasi. Banyak kesepakatan langsung dieksekusi dengan kampus-kampus di Polandia.

Salah satunya dengan Warsaw University of Life Sciences (WULS). Kampus tersebut memberikan peluang bagi mahasiswa NTB untuk kuliah gratis antara 20 hingga 25 orang. Tapi khusus untuk magister jurusan teknik sipil.

            “Tim kami langsung bergerak cepat. Kebetulan beberapa rektor yang ikut punya jurusan teknik sipil. Mudahan ada alumni atau dosen muda yang bisa dikirim,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, usai bertemu dengan Rektor of Warsaw University of Life Sciences Wieslaw Bielawski, di gedung Rektorat WULS, Rabu (5/12).

            NTB diberi waktu sampai 20 Desember untuk mencari mahasiswa teknik sipil. Karena itu, ia menekankan tim seleksi beasiswa ke luar negeri segera menjaring calon mahasiswa yang akan dikirim. Tentunya dengan standar dan mutu yang sudah ditentukan. Sehingga mereka bisa cepat beradaptasi di Polandia. Ia berharap para rektor juga menyiapkan para mahasiswanya yang berminat melanjutkan studi di jurusan yang sama.

            Dalam rombongan tersebut, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah membawa serta  Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Arsyad Gani, Rektor Universitas Mahasaraswati Mataram Ida Bagus Eka Artika, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Baiq Mulianah, Ketua STIKES Mataram Chairun Nasrin, dan Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi H Khirjan Nahdi. Juga Ketua Yayasan Deamas yang mewakili Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Hj Niken Saptarini, dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram Imanuela Andi Lolong yang mewakili Unram.

Vice Rector WULS for the International Cooperation Michal Zasada mengatakan, pihaknya sangat menghargai kerja sama antara perguruan tinggi di NTB dengan universitas di Polandia. Menurutnya, Gubernur NTB adalah orang pertama dari NTB yang datang membicarakan berbagai persoalan yang ada di daerahnya.

“Kami menghargai ada tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya diwacanakan,” ujarnya.

            Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan konkret. Langkah awalnya dengan menerima sejumlah mahasiswa untuk kuliah di tempat itu. Tidak menutup kemungkinan, kerja sama juga akan dilakukan di bidang penelitian. Ada pun kerja sama itu nantinya pasti akan menguntungkan kedua belah pihak. Dalam hal ini, pihaknya juga akan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan perguruan tinggi di NTB.

Selain itu, juga ada peluang untuk memberikan pendidikan gratis bagi mahasiswa dari NTB, yakni dalam program Magister Teknik Sipil. Tentunya, untuk ikut dalam program itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

            Kampus terakhir yang dikunjungi di Polandia adalah Vistula University. Di kampus tersebut rombongan gubernur disambut hangat para rektor yang tergabung dalam Vistula Group of University.

Chancellor Vistula Group of University Prof Zdzislaw Rapacki mengaku sangat senang dengan kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu merupakan kesempatan yang bagus. Bahkan baginya sangat luar biasa. Lima universitas di bawah grup Vistula akan sangat senang menerima para calon pemimpin Indonesia untuk menempuh pendidikan di Polandia.

            Soal kuota, asalkan memungkinkan, terkait syarat kualitas mahasiswa dan persoalan administrasi. Apakah seribu atau dua ribu mahasiswa mereka akan siap menerimanya. Rencananya tahun 2019, sebanyak 150 orang mahasiswa NTB akan dikuliahkan di Vistula University. Sementara 50 orang lainnya akan disebar ke perguruan tinggi lainnya di Polandia.

            Beragam jurusan di kampus-kampus Vistula Grup sangat terbuka pada putra-putri NTB. Apalagi selama dua bulan belakangan, sudah ada 13 mahasiswa kuliah di Vistula University.

“Mereka memperlihatkan perkembangan adaptasi yang cepat dan kualitas belajar yang bagus,” sanjungnya.

            Kerja sama dengan Indonesia dimulai beberapa bulan lalu. Persiapan antara pihaknya dan Indonesia berkembang setiap saat. “Kami siap untuk melaksanakan kerja sama lebih dalam di semua bidang,” tegas Rapacki.

            Langkah awalnya adalah pengiriman mahasiswa untuk belajar di Vistula University. Bahkan pihaknya menunggu mahasiswa dari NTB untuk datang. Kerja sama ini juga akan berkembang seiring berjalannya waktu. Pihaknya ingin  bekerja sama dengan perguruan tinggi di NTB.

“Karena saya yakin banyak hal yang bisa diteliti secara bersama,” katanya.

Kirim 50 ASN

Kesepakatan lain yang dihasilkan dalam kunjungan tersebut adalah pengiriman ASN ke Polandia. Rencananya 50 orang ASN Pemprov NTB akan kursus selama dua bulan di Polandia. Namun sebelumnya, satu bulan akan dilatih soal bahasa. “Mereka akan kursus terkait pengelolaan persampahan dan limbah,” katanya.

            Kemudian 10 orang ASN diberikan beasiswa kuliah magister di Warsaw University of Technology (WUT). Mereka akan dibiayai full oleh pemerintah daerah. “Anggaran disiapkan pemda,” kata Kepala BKD Fathurrahman.

            Kesepakatan kerja sama itu dijalin Pemprov NTB bersama WUT setelah Gubernur NTB berkunjung ke Polandia. Nantinya, tim seleksi beasiswa akan menyeleksi para ASN bersama BKD NTB. Sehingga akan terjaring ASN yang benar-benar siap menimba ilmu di negeri orang.

Makin Cinta Indonesia

Selain bertemu para pengelola kampus, Gubernur NTB juga menggelar pertemuan khusus dengan para mahasiswa NTB yang sudah menimba ilmu di Polandia. Kesempatan itu dimanfaatkan para mahasiswa tersebut untuk curhat. Mengutarakan bagaimana selama belajar di Polandia. Selama dua bulan, para mahasiswa tersebut mendapatkan banyak pengalaman.

Meski tidak mudah beradaptasi, namun perlahan mereka mulai menikmati hidup di negara yang berada di Jantung Eropa tersebut. Dani Alfatwari, salah seorang mahasiswa asal Lombok Utara mengaku, ia sudah nyaman kuliah di Polandia. Alumni FKIP Unram yang mengambil jurusan pariwisata itu merasa sudah klop dengan sistem perkuliahan di Vistula University. Tapi masih ada beberapa hal yang belum sesuai dengan harapannya. Misalnya mahasiswa India yang sering terlambat datang dan sangat mengganggu konsentrasi belajar.

Riska, mahasiswa lainnya mengaku pada awal kedatangan ke Polandia sangat merindukan masakan Indonesia. Mereka sempat kesulitan beradaptasi namun akhirnya mulai terbiasa.

Sekarang mereka sudah aktif dalam berbagai kegiatan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), dan dalam waktu dekat akan mewakili Indonesia simposium PPI Amerika Eropa di Barcelona. Baginya, itu merupakan sebuah kebanggaan. “Kami akan berusaha mengharumkan nama NTB,” katanya.

            Demikian pula dengan Herman Supardi. Meski di Polandia banyak gedung bagus, namun keindahan alam di Indonesia, khususnya di NTB tiada bandingan. Justru keindahan alam NTB seperti banyak dikagumi orang Eropa. “Saya merasa lebih mencintai NTB dan Indonesia di sini,” katanya.

            Hidup di Eropa menurutnya berpengaruh besar terhadap perubahan pola pikir mahasiswa tentang dunia dan tanah kelahirannya.

            Karena itu ia meminta pemprov lebih banyak mengirim mahasiswa ke luar negeri, agar semakin banyak anak muda yang punya pemikiran lebih maju dan terbuka. “Sehingga lebih banyak anak muda yang berubah mindsetnya,” katanya.

            Ketua PPI Nadia Puspa Maya mengaku, kedatangan mahasiswa asal NTB serasa menambah keluarga mereka di sana. Sebab, sebelumnya jumlah mahasiswa Indonesia tidak sebanyak saat ini. “Tapi dengan hadirnya mahasiswa asal NTB kami cukup kaget. Menambah keluarga kami yang ada di rantau,” ujarnya.

Sebelumnya memang hanya 80 mahasiswa Indonesia di sana. Sekarang sudah bertambah menjadi 150 orang. (ili/r8)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost