Lombok Post
Kriminal

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

DIAPRESIASI: Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri (kiri) bersama Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji usai menerima penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan TKI di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jumat malam (7/12).

MATARAM-Getolnya Ditreskrimum Polda NTB menangkap pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berbuah manis. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memberi apresiasi berupa penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan TKI 2018 untuk Polda NTB.

Penghargaan diberikan langsung Menlu Retno Lestari P Marsudi kepada Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji, Jumat (7/12). Hadir dalam acara tersebut Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri.

Menurut Retno, penghargaan Hassan Wirajuda sebagai bentuk ucapan terima kasih atas dukungan dari pemangku kepentingan. ”Karena amanah perlindungan WNI di luar negeri tidak akan efektif dilakukan Kemlu sendiri,” kata Retno.

”Sejak diberikan pada tahun 2015, Polda NTB adalah Polda pertama yang menerima penghargaan ini,” tambah Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Lalu Muhamad Iqbal.

Bukan tanpa alasan jika Polda NTB diganjar penghargaan Hassan Wirajuda. Selama satu tahun terakhir, Polda NTB dipandang secara konsisten menunjukkan komitmen dalam penanganan kasus WNI asal NTB yang menjadi korban perdagangan manusia.

Setidaknya, ada empat kasus yang berhasil diungkap jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB. Antara lain, TPPO di Qatar, Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Seluruh tersangka dari tindak pidana ini, telah dan masih diproses hukum. Kerja pengungkapan TPPO juga tidak terlepas dari jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri mengatakan, penghargaan tersebut merupakan yang kali pertama diberikan untuk satuan kerja dan satuan kewilayahan Polri untuk jenis perlindungan WNI di luar negeri.

”Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari kerja Polda NTB,” kata Achmat.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji mengatakan, NTB merupakan salah satu daerah pengirim TKI terbesar di Indonesia. Karena itu, jajarannya berkomitmen mengawal agar pengiriman pekerja migrant ini tidak dijadikan kedok untuk kejahatan perdagangan manusia.

”Perdagangan manusia adalah kejahatan serius, kami akan menghadapinya dengan serius juga,” tegas Kristiaji.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost