Lombok Post
Praya

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

PERAJIN TAHU: Para perajin tahu dan tempe di Desa Puyung, Jonggat Lombok Tengah ini, membutuhkan air bersih dalam jumlah banyak, PDAM pun tidak mampu menanganinya, Kamis (1/11) lalu.

PRAYA-Pelayanan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, dikeluhkan. Kendati musim hujan, air yang mengalir ke pelanggan tetap saja berkurang. Bahkan beberapa pelanggan mengaku tidak menerima sama sekali hingga berhari-hari.

“Selama ini, warga membayar angin saja,” sindir Ketua Remaja Dusun Bunsumpak Desa Puyung, Kecamatan Jonggat Abdurrahim pada Lombok Post, Sabtu (8/12).

Nilainya, kata Abdurrahim Rp 14 ribu per bulan. Kalau tidak dibayar, maka meteran PDAM dicabut. Untuk memasang ulang, butuh waktu dan proses berbelit-belit. “Sehingga suka tidak suka, kami mengikuti saja,” ujarnya.

Untuk menutupi kekurangan, terangnya warga pun membeli air galon, atau air kemasan. Kemudian, ada yang membangun sumur bor bahkan membeli air dalam jumlah banyak. Itu biasanya dilakukan para perajin tahu dan tempe. Kalau tidak begitu, maka produksi tahu dan tempe terkendala.

“Di tempat kami juga seperti itu, sudah satu bulan air PDAM kering kerontang. Aktivitas di musala pun, ditiadakan,” keluh Kepala SMPN 7 Praya Muhrim, terpisah.

Permasalahan semacam itu, diakuinya tetap saja terjadi setiap tahunnya. Disatu sisi, sekolah ingin membangun sumur bor. Disisi lain, anggarannya kosong. Alhasil, SMPN 7 Praya pun selalu bergantung dengan PDAM. “Setiap kegiatan keagamaan, kami mengarahkan siswa ke masjid,” kata Muhrim.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Umum PDAM Loteng H Sahim menyampaikan permohonan maaf, kepada seluruh pelanggan dimana pun berada di Loteng. Sahim mengatakan, persoalan tersebut bukan semata-mata karena faktor kesengajaan, apalagi kelalaian PDAM. Melainkan, kondisi alam.

Pertama, lanjut Sahim sumber mata air di wilayah utara, mulai berkurang dan menghilang. Itu akibat gempa dan penebangan pohon. Berikutnya, kebocoran pipa tetap saja terjadi. Lalu, pengelolaan air bersih di bendungan Batujai terkendala, karena stok air yang terbatas. “Seperti itu,” cetusnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Warga Ungga Ancam Segel Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Objek Wisata Jembatan Maiq Meres

Redaksi LombokPost

Loteng Tagih Dana Gempa, Rp 51,4 Miliar Belum Cair

Redaksi LombokPost

Jangan Lagi Menjadi TKI

Redaksi LombokPost

Sembilan PNS Loteng Dipecat

Redaksi LombokPost

Satu Desa Saja Disalurkan Dana Marbot

Redaksi LombokPost

Perangkat Desa Jadi Timses?

Redaksi LombokPost

Pemkab Tak Mampu Bayar Seluruh P3K

Redaksi LombokPost

226 Kepala Sekolah Dimutasi

Redaksi LombokPost