Lombok Post
NTB

BPJSTK Lindungi 3.606 Peserta Porprov

DUKUNG PORPROV: Kepala Kantor BPJSTK Cabang NTB Sony Suharsono (tiga dari kanan) saat menyerahkan secara simbolis perlindungan peserta Porprov NTB, beberapa hari lalu.

MATARAM-BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang NTB memberikan perlindungan bagi 3.606 atlet  dan ofisial yang terlibat dalam Porprov NTB. Mereka terdaftar sebagai peserta BPJSTK, sehingga diberikan perlindungan jaminan sosial program per Desember 2018.

”Mereka berasal dari 26 cabang olahraga yang ditandingkan,” kata Kepala Kantor BPJSTK NTB Sony Suharsono usai penyerahan simbolis perlindungan peserta Porprov NTB, beberapa hari lalu.

Keluarga besar BPJSTK menyambut Porprov dengan penuh kegembiraan dan semangat antusias. ”Semangat ini lantas kami salurkan dengan memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh atlet dan ofisial yang terlibat. Sehingga dalam berlaga telah terlindungi dari risiko, terutama kecelakaan kerja dan kematian,” jelasnya.

Menurut dia, para atlet akan dilindungi dari cedera fisik atau kecelakaan kerja lain yang menimpa. Sehingga seluruh ofisial tidak perlu khawatir akan biaya yang harus dikeluarkan jika si atlet cedera. ”Manfaat didapatkan program JKK berupa perawatan dan pengobatan sampai sembuh, artinya seluruh biaya akibat dari pertolongan medis jika terjadi cedera kepada atlet adalah seluruhnya menjadi tanggungan BPJSTK,” tambahnya.

Termasuk dengan risiko kematian. Jika resiko ini menimpa para atlet ataupun ofisial akan diberikan manfaat berupa santunan mulai dari Rp 24 juta jika resiko meninggal di luar akibat aktivitas kerja atau pertandingan. Santunan sekitar Rp 48 juta jika peserta meninggal akibat dari risiko kecelakaan saat bertanding. Di samping itu diberikan juga biaya pengangkutan dan pemakaman kepada ahli waris. “Sejatinya tidak ada yang menginginkan hal buruk untuk terjadi, namun hendaknya senantiasa sedia payung sebelum hujan,” ujarnya.

Sekretaris KONI NTB H Suhaimi mengatakan, perlindungan dari risiko sosial ini sangat penting untuk para atlet. Dengan adanya program BPJSTK ini, para atlet dapat lebih nyaman dalam berlaga. Ini dikarenakan ada pengaman yang telah menjaga jika risiko buruk terjadi. Sehingga atlet bisa fokus meraih prestasi yang terbaik.

”Harapan kami semoga program perlindungan ini bisa terus berlanjut dengan baik,” tandasnya. (nur/r7/*)

Berita Lainnya

Penyuluh Sosial Wajib Punya Empat Kemampuan

Redaksi LombokPost

Tarif Menara Telekomunikasi Dikeluhkan

Redaksi LombokPost

RKS Siapkan Program Sosial

Redaksi LombokPost

Inspektorat Warning Kepala OPD

Redaksi LombokPost

Nunggak, Pemilik Kendaraan Bisa Dipidana

Redaksi LombokPost

207 Lokasi di NTB tanpa Sinyal

Redaksi LombokPost

Potensi Pariwisata dan Ekonomi Harus Dikembangkan

Redaksi LombokPost

Jembatan Lombok-Sumbawa Butuh Rp 20 Triliun

Redaksi LombokPost

Samota Akan Jadi Cagar Biosfer UNESCO

Redaksi LombokPost