Lombok Post
Politika

Produk Olahan Pertanian Bisa Jadi Peluang Usaha Emak-Emak

PEDULI: H bambang Kristiono (tengah) saat memeriksa salah satu hasil panen petani cabai di Lombok, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Bicara masalah pertanian, tak cukup hanya pada potensi dan kendala-kendalanya saja. Butuh gagasan dan inovasi untuk mengembangkannya.

Hal itu yang membuat Caleg DPR RI dari Gerindra Dapil NTB II Pulau Lombok H Bambang Kristiono (HBK) terus turun menyerap aspirasi. Momen itu sekaligus untuk memotret peluang inovasi dalam pengembangan sektor pertanian.

HBK yang konsen dan besar perhatiannya terhadap isu pertanian ini mengatakan, salah satu inovasi yang harus terus didorong adalah pengembangan kreativitas pasca produksi pertanian, yakni pengolahan produk-produk turunan. ”Misalnya komoditas cabai, di beberapa Desa di Lombok sudah dikembangkan, diolah menjadi sambal khas Lombok dan dikemas dengan baik. Ini bisa mendorong nilai tambah ekonomis,” katanya.

Untuk komoditas cabai, kondisi cuaca memasuki musim penghujan tentu akan banyak tantangan. Hasil panen pun bisa rentan membusuk. ”Dengan mengolah cabai, maka resiko kerugian akibat rusaknya komoditi bisa diatasi,” ucapnya.

Pengolahan pasca panen juga tak harus dilakukan dengan produksi besar-besaran. Bisa dimulai dengan usaha rumahan atau home industry. ”Kelompok emak-emak bisa memulainya dengan membuat produk-produk makanan khas wilayahnya masing-masing yang bisa diunggulkan. Kreatifitas kewirausahaan dikalangan emak-emak perlu didorong untuk menjaga ketahanan ekonomi  rumah tangga akibat makin tingginya biaya kebutuhan hidup harian,” imbuhnya.

Ia mengatakan dibutuhkan spirit wirausaha dalam hal membuka peluang disektor produk olahan pertanian. Karena itu pihaknya selalu mendorong hal tersebut. Dimulai dari kader-kader Gerindra, selanjutnya mereka diarahkan mengedukasi masyarakat .

Peran dan perhatian pemda terkait itu tegasnya juga sangat dibutuhkan. ”Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan bisa mendukung pembinaan sampai kemasan dan pemasarannya,” katanya.

HBK menambahkan, untuk pemasaran sejatinya tidak terlampau sulit. Perkembangan teknologi informasi yang semakin mendukung adalah solusinya. Pola pemasaran online bisa menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan. ”Selama produk dan kemasannya baik dan menarik, pasar pasti datang sendiri,” tandasnya. (yuk/r4/*)

Berita Lainnya

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost