Lombok Post
Metropolis

Ibu Kota kok Kotor?

BELUM ADA SOLUSI: Volume sampah di Jalan Gora ini terus bertambah, kemarin (13/12). Kondisi ini membuat pengguna jalan terganggu karena sampah mulai masuk bahu jalan.

MATARAM-Sampah lagi, sampah lagi. Masalah ini tak ada habisnya. Pemkot Mataram seakan sudah kehabisan cara. Mencari solusi tepat menangani masalah ini.

Berbagai cara sebenarnya sudah dilakukan. Mulai dari pembagian kendaraan roda tiga untuk setiap lingkungan, hingga membuat jadwal membuang sampah bagi warga. Hasilnya? Nol besar. Ibu Kota Provinsi NTB ini tetap kotor. Kalaupun bersih, hanya terlihat di area sekitar kantor wali kota.

Di Jalan Gora Selagalas misalnya. Di sini sampah terlihat menumpuk. Bahkan sampah berserakan sampai ke bahu jalan. “Sampah ini dari dulu yang terus bertambah,”  celetuk salah seorang warga Ira Risnita, kemarin (13/12).

Sampah yang menumpuk mengeluarkan aroma tidak sedap. Bau sampah ini  menyengat hingga ke jalan. Sampah ini tidak hanya dari sampah rumahan, namun juga sampah dari kulit buah-buahan. Seperti kulit durian, manggis, rambutan, dan kelapa.

Banyaknya sampah ini juga membuat lalat di tokonya masuk, termasuk hinggap ke makanan. “Lalatnya besar sekali,” singkatnya.

Diungkapkan, sebagian besar warga yang membuang sampah di depan ruko datang dari arah Timur. Ada yang menggunakan motor, roda tiga, bahkan mengunakan mobil.
Warga tidak peduli adanya plang larangan membuang sampah yang dipasang.

Parahnya, mereka membuang sampah tidak hanya pada malam hari, namun juga pada pagi dan siang hari.

Warga lainnya, Yuni, juga mengaku kesal dengan ulah warga yang seenaknya membuang sampah di tempat itu. Padahal sudah ada plang larangan membuang sampah, namun warga masih saja membuang sampah sembarangan.

“Dulu pernah dibuang plang larangan sampah oleh warga yang akan membuang sampah,” sebutnya.

Tiap hari volume sampah terus bertambah karena tidak ada pengangkutan dilakukan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Beberapa waktu lalu, kata Yuni, alat berat datang yang dikira akan mengangkut sampah. Namun nyatanya sampah itu hanya didorong ke dalam agar tidak menumpuk di bahu jalan.  “Kita berharap sampah ini diangkut secepatnya,” harapnya.

Terpisah Lurah Selagalas Yusrin Rato sudah memantau kondisi ini. Diakuinya, volume sampah di sini memang cukup banyak. “Kita sudah meminta para pedagang ini untuk tidak membuang sampah bekas jualannya ke sini,” pinta Yusrin.

Sampai saat ini, Yusrin belum menemukan solusi atas masalah sampah di Jalan Gora ini. Ia sudah melakukan komunikasi dengan aparat Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Namun belum ada solusi. Ia meminta agar warga desa setempat untuk tidak membuang sampah lagi di tempat tersebut. “Ini sampah dari warga Lobar saja,” sebutnya.

Saat ini solusi yang paling tepat menangani sampah Jalan Gora tanah ini di pagar keliling. Ia sudah meminta pemilik tanah agar segera menembok keliling tanah secepatnya. “Kalau sudah di pagar keliling, orang akan sungkan membuang sampah lagi ke sini,” tuturnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Kinerja Rasio Keuangan Bank NTB Sangat Stabil

Redaksi LombokPost

Malaysia Tak Larang Warganya Berwisata ke Lombok

Redaksi LombokPost

Kapolda Atensi Khusus Evakuasi WNA

Redaksi LombokPost

Korban Meninggal Diberi Santunan

Redaksi LombokPost

Masrun: Jangan Sebar Fitnah!

Redaksi LombokPost

Ditilang Gara-Gara Jukir Nakal

Redaksi LombokPost

Cerita Trauma Warga Terusik Gempa di Sore yang Tenang

Redaksi LombokPost

Vaksin Dulu Hewan Peliharaan Biar Tetap Lucu

Redaksi LombokPost

Lapor Pak, Ada Lubang!

Redaksi LombokPost