Lombok Post
Praya

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

DISKUSI SINGKAT: Kepala Disdik Loteng H Sumum (kiri), saat memimpin diskusi singkat tentang, pendidikan inklusi di SMKN 1 Praya, kemarin (13/12).

PRAYA-Lombok Tengah ingin menjadi barometer pendidikan inklusi Indonesia. Karina itulah  Pemkab dan DPRD setempat pun sepakat, akan menyusun payung hukum. Baik dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup), maupun Peraturan Daerah (Perda). Tujuannya, agar program yang satu itu berkelanjutan.

“Jangan sampai berhenti di tengah jalan,” pesan Ketua Komisi IV DPRD Loteng Lalu Supriadi, saat diskusi singkat di SMKN 1 Praya, kemarin (13/12).

Kendati bupati dan wakil bupati nya, tekan Supriadi tidak lagi Suhaili-Pathul, tapi program kerja menyangkut pendidikan inklusi tetap berjalan, tidak boleh dirubah dan diganti. “Loteng pun patut bangga, karena menjadi percontohan di Indonesia,” sambung Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Negeri Surabaya Sujarwanto.

Pendidikan inklusi, jelas Sujarwanto merupakan pendidikan berbasis anak berkebutuhan khusus (ABK). Kendati ditengah kekurangan fisik, mereka berhak mendapatkan pendidikan. Pemerintah pun wajib menyediakannya, baik tenaga pendidik hingga sarana dan prasarana pendidikannya.

“Kita pun, harus siap-siap menerima tamu-tamu dari berbagai daerah di Indonesia,” cetus Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng H Sumum.

Mereka, kata Sumum akan datang ke Loteng, guna mencari tahu dan belajar bagaimana menjalankan program pendidikan inklusi. Pendidikan yang satu ini, menjadi tanggung jawab bersama. Bukan semata-mata tanggung jawab orang tua. “Pesan Pak Bupati, kita harus berlari kencang,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Loteng HM Nursiah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak, yang berperan dalam mensukseskan pendidikan inklusi. Salah satunya, pemerintah Australia melalui program Inovasi. “Semoga tetap berlanjut,” harap orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Warga Ungga Ancam Segel Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Objek Wisata Jembatan Maiq Meres

Redaksi LombokPost

Loteng Tagih Dana Gempa, Rp 51,4 Miliar Belum Cair

Redaksi LombokPost

Jangan Lagi Menjadi TKI

Redaksi LombokPost

Sembilan PNS Loteng Dipecat

Redaksi LombokPost

Satu Desa Saja Disalurkan Dana Marbot

Redaksi LombokPost

Perangkat Desa Jadi Timses?

Redaksi LombokPost

Pemkab Tak Mampu Bayar Seluruh P3K

Redaksi LombokPost

226 Kepala Sekolah Dimutasi

Redaksi LombokPost