Lombok Post
Headline Praya

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

PANTAI KUTA: Keindahan pantai Kuta di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah ini, menjadi daya tarik wisatawan berdatangan, Minggu sore (9/12) lalu.

PRAYA-Pemkab Lombok Tengah dan Indonesia Tourism Development Corporation, berhasil meraih Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA). Diberikan langsung, Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, beberapa hari lalu. Kategorinya, pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan.

“Ini penghargaan untuk seluruh warga Loteng. Alhamdulillah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie pada Lombok Post, kemarin (13/12).

Bagi Putrie, penghargaan semacam itu memompa semangat Pemkab, membangun pariwisata. Baik fisik maupun non fisik. Di Loteng, seluruh Satuan Kerja Pelayan Masyarakat (SKPM) lingkup Pemkab pun, ikut mensukseskannya. Harapannya, cita-cita Loteng sebagai kiblat pariwisata dunia, bisa terwujud.

Di tengah kemajuannya, tekan Putrie Pemkab memastikan diri tetap mempertahankan kearifan lokal. Termasuk, jajaran ITDC. Yang tidak kalah pentingnya, pendekatan pariwisata berbasis lingkungan. “Jangan sampai lingkungan kita rusak,” seru Ketua Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (Marsi) NTB tersebut.

Kalau rusak, lanjutnya penghargaan yang diterima daerah dan ITDC sia-sia. Namanya saja, pariwisata berkelanjutan. Artinya, harus dinikmati oleh anak cucu kelak, bukan untuk kepentingan beberapa tahun, tapi puluhan bahkan ribuan tahun kedepan.

“Terkait pembangunan pariwisata, kami pun menggelar forum diskusi soal itu,” cetus Kepala Bakesbangpoldagri Loteng Masnun, terpisah.

Diskusi tersebut, ungkapnya membicarakan bagaimana kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena urusan yang satu itu, tidak bisa diserahkan ke Disbudpar semata. “Kami di wilayah utara, komit menjaga keberlanjutan pariwisata,” cetus Ketua Forum Masyarakat Kawasan Rinjani Marwi.

Diantaranya, beber Marwi menjaga kebersihan, menjaga alam dan tidak boleh menebang pohon. Kalau berbicara kunjungan wisatawan, wilayah utara juga tidak kalah dengan wilayah selatan. Namun, bukan berarti bersaing. Tapi, saling mengisi dan melengkapi. “Secara mental, kami pun siap menerima kemajuan pariwisata,” ujarnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Pendakian Rinjani Dibuka, Warga Gembira

Redaksi LombokPost

Wabup Pathul Minta Genjot Program Kerja

Redaksi LombokPost

Warga Mulai Tempati Risha dan Riko

Redaksi LombokPost

Loteng Butuh Banyak PNS Baru

Redaksi LombokPost

Balap Mobil F1 Digelar 2024?

Redaksi LombokPost

Penanganan Kawasan Kumuh Terkendala Dana

Redaksi LombokPost

ITDC Anggap Lebaran Topat Punya Daya Jual

Redaksi LombokPost

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost