Lombok Post
Selong

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

MENYAJIKAN KOPI: Pemilik Kafe Seruni Coffea Irawan menuang air panas ke dalam cangkir kopi di kafenya, Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong, Lotim, kemarin (13/12).

Di tengah fakta sulitnya mempertahankan bisnis kafe di Lotim, Irawan justru ingin tampil beda. Selain kualitas, apa saja hal yang penting dan beda itu menurutnya? 

Fatih Kudus Jaelani, Selong

—————————————

17 November 2016. Irawan menyulap halaman rumahnya jadi warung kopi. Karena rumahnya di lingkungan Seruni, ia pun menamakannya Seruni Coffee. Belakangan tempat tersebut disingkat menjadi Seco (seko, red). Bukan J-co.

“Kalau pemilihan nama lebih pada lingkungan. Karena sebelumnya ada yang terkenal di Seruni. Yakni Pecel Seruni,” kata Irawan.

Meski terkesan dipaksakan, tapi ternyata nama itu jadi asik. Bukan kopi seruni, tapi tempat ngupi di Seruni. Awalnya ia berpikir rumah kopi seruni. Tapi tiga kata terlalu panjang untuk disebutkan pelanggan. Dua kata saja akhirnya cukup mewakili. Dan benar, kata Seco pun jadi mudah untuk diucapkan dan cukup terkenal di seputaran Selong.

Tempat ini tidak terlalu besar. Tapi tidak juga membuat sesak. Irawan menata halaman rumahnya dengan baik. Penyajian pun tak kalah dengan tempat berkelas di kota-kota besar. Kata Irawan, karena di Lotim, harga tidak dipaksakan. Terbilang murah. Tapi tidak murahan.

Semua berawal saat ia berhenti menjadi karyawan di salah satu perusahaan bank. Selama bekerja, ia melihat potensi membuat tempat ngopi di Selong. Berstatus pengangguran setelah 8 tahun bekerja di bank, ia pun membuka peluang tersebut.

Menariknya, ia berusaha memberikan edukasi kepada para pemuda. Soal ini, ada kaitannya dengan camp bebas riba (CBR) yang diketuainya. Ia mengatakan, ingin membuat tempat yang benar-benar disuguhkan untuk penikmat kopi. “Kita tidak menerima private party. Ke depan kalau bisa tidak ada wifi,” terangnya.

Dalam menjalankan bisnis, intinya adalah manajemen dan kualitas. Nilai lebih produk menjadi penting. “Apakah bisa, Alhamdulillah. Buktinya Bisa bertahan sampai sekarang,”  kata Irawan.

Niatan irawan membangun bisnis adalah agar bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya. Ia mengatakan saat ini  mencari kerja lebih favorit dari pada membuka lapangan pekerjaan. Selama ini, tidak sedikit yang datang untuk melihat-lihat saja. Bagaimana penataan, dan sistem bisnisnya.

Ia pun menjelaskan, kalau tempatnya dijadikan sebagai tempat ngupi sambil ngopi. Ngupi bahasa sasak yang berarti minum kopi. Sedangkan ngopi adalah singkatan dari ngobrol perkara iman. Nah, untuk yang kedua ini memang tidak semuanya melakukan hal tersebut. Tapi itulah hajatan Irawan.

Selain itu, ia juga telah banyak menginspirasi pelaku usaha untuk bisa mandiri tanpa berhutang di Bank. Kata Irawan, ia ingin menunjukkan bahwa orang mencari kualitas. Sementara kualitas, ditunjang oleh kreatifitas. “Intinya tadi, bagaimana mengaturnya dengan baik. Termasuk keuangan. Tidak selamanya banyak modal sukses,” ujarnya. (*)

Berita Lainnya

Ayo, Berwisata ke Sembalun Rinjani!

Redaksi LombokPost

Brigadir Agus Salim, “Radar” Penolong Warga Tak Mampu

Redaksi LombokPost

Pemkab Siap Bangun Infrastruktur Sport Tourism di Bukit Pergasingan

Redaksi LombokPost

Izin PT Temada Tak Bermasalah

Redaksi LombokPost

Izin PA Bisa Lindungi Anak dan Istri

Redaksi LombokPost

Andrea Ardi Ananda, Pustakawan Kebanggaan DPK Lotim (1)

Redaksi LombokPost

Suami yang Dibakar Istri Itu Meninggal

Redaksi LombokPost

Pembangunan SPBU Dihentikan Sementara

Redaksi LombokPost

Tanda Tangan Warga Diduga Dipalsukan

Redaksi LombokPost