Lombok Post
Metropolis

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

BERPACU DENGAN WAKTU: Pengerjaan gerbang utama di Lingkar Selatan masih dalam tahap penyambungan rangka sisi timur barat, seperti yang terlihat, kemarin (14/12).

MATARAM-Proyek yang molor sepertinya tidak hanya Monumen Mataram Metro. Tapi juga proyek gerbang utama di Bypass BIL pun terancam molor. Jika melihat dari progres saat ini realisasi pembangunan fisik gerbang yang menelan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar itu baru sekitar 35-40 persen.

“Justru ini sebenarnya yang kita berharap kemarin jangan molor tapi ternyata sepertinya akan molor juga,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura.

Seperti diketahui gerbang Lingkar Selatan salah satu proyek ambisius milik pemerintah Kota Mataram. Di samping pembangunan Monumen Mataram Metro yang letaknya pun di lingkar selatan. Tapi berbeda dengan monumen, gerbang ini ditargetkan tuntas tahun ini. Tapi belakangan dari pantauan evaluasi progres fisik, gerbang ini terus ada di bawah target. “Ada persoalan waktu dan cuaca,” cetusnya.

Sebenarnya dari sisi ketersediaan bahan, Tura memperkirakan sudah di angka 80 persen. Tapi perakitan konstruksi gerbang yang digadang-gadang mengusung kearifan lokal masyarakat Kota Mataram ini, ternyata tidak mudah.

“Saat menyambung sisi gerbang barat dengan timur ini yang agak sulit, sedangkan kelengkapan lainnya kalau sudah tersambung akan mudah dipasang,” jelasnya.

Progres gerbang dapat atensi yang tinggi dari Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Tura mengatakan wakil wali kota sangat rutin meninjau ketuntasan gerbang. Ia berharap gerbang yang akan jadi ikon Kota Mataram itu bisa tuntas tepat waktu.

“Mengingat jalan bypass BIL itu juga jalur cepat. Sementara ruas jalan sebagian kita tutup untuk pasang tangga, jadi harus cepat bisa selesai,” harapnya.

Sejauh ini ia melihat rekanan pelaksana gerbang cukup profesional. Mereka berusaha kejar target waktu. Juga mendatangkan alat-alat berat untuk memasang besi-besi gerbang.

“Ada mereka bawa alat dari Jakarta,” ujarnya.

Gerbang ditargetkan selesai pada tanggal 26 Desember mendatang. Atau sisa sekitar 12 hari lagi. Jika dalam waktu itu tidak tuntas juga, maka denda berjalan akan dikenakan ke rekanan.

“Dendanya satu per seribu dari nilai kontrak,” tegasnya.

Selain pemasangan gerbang ada beberapa rencana yang disiapkan untuk menata kawasan di sana. Diantaranya green belt, penataan taman, hingga lampu jalan. Di tahun 2018 ini anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan pada tahun 2017 lalu sebesar Rp 1,5 miliar.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga memberikan perhatian besar pada progres gerbang agar tepat waktu.

“Kita terus pantau (rekanan) kerja, besok kita evaluasi lagi,” kata Ahyar.

Ia juga tetap meminta laporan dari kadis PUPR terkait perkembangan di lapangan. Apa kendala dan hambatan dalam pengerjaan ikon kota itu. Sehingga nantinya bisa mempertimbangkan langkah tepat mendorong penyelesaian gerbang.

“Kita ingin gerbang ini bisa jadi satu ikon, gerbang kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” harapnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Gerindra Belum Tentukan Siapa Wakil Ketua DPRD

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Semua Karyawan Sudah Dibayarkan THR

Redaksi LombokPost

Ketika Terminal Mandalika Menjadi Ladang Rezeki Pedagang Asongan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna