Lombok Post
Giri Menang

Gula Aren Kekait Tembus Pasar Asia

HAMPIR RAMPUNG: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan bangunan gedung galeri serba aren dan pintu gerbang kawasan agrowisata aren yang ada di Desa Kekait, Gunungsari, Lobar, pekan lalu.

GIRI MENANG-Keberadaan puluhan ribu pohon aren di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, punya potensi besar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemkab Lobar menyiapkan desa tersebut sebagai kawasan agrowisata aren, yang rencananya akan dilaunching dalam waktu dekat.

“Ini adalah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat di Desa Kekait. Desa Kekait memiliki potensi ribuan pohon aren yang kita kenal sebagai ‘emas hijau’,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar Agus Gunawan.

Dia menjelaskan, ada 38 kelompok masyarakat dengan 350 lebih warga yang memproduksi gula aren. Mereka didorong untuk meningkatkan produksi gula aren dan semut yang sangat diminati pasar dan retail modern.

Pengembangan konsep agrowisata aren ini, kata Agus, melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Perindag Lobar. Untuk Dinas Pertanian Lobar, Agus menjelaskan, mereka memiliki peran untuk pembibitan dan penanaman aren. Termasuk juga pembangunan jalan pertanian. Sementara Dinas PU untuk penataan kawasan hingga pembangunan jembatan. Sedangkan Dinas Pariwisata Lobar tentu bertugas melakukan promosi hingga mengadakan event-event yang bisa menarik kunjungan wisatawan.

“Kalau kami di Disperindag membina warga untuk pengembangan produk dari aren. Baik gula merah, gula semut, serta produk olahan lain. Kami menyiapkan pelatihan hingga bantuan alat untuk pembuatan gula aren,” jelas Agus. Produk gula aren itu, lanjut, sudah mulai diekspor ke beberapa Negara Asia seperti Korea dan Jepang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, konsep pembangunan agrowisata ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PDT. Pemkab Lobar mendapat kucuran dana Rp 1,4 miliar. Rinciannya Rp 1,2 miliar untuk pembangunan fisik seperti gerbang selamat datang, gedung galeri serba gula aren, hingga pembangunan jalan. Sedangakan Rp 200 juta digunakan untuk pemberdayaan seperti bantuan alat dan pelatihan.

“Setelah ditinjau pihak kementerian belum lama ini, mereka sangat puas dengan progress pembangunan konsep agrowisata yang kini sudah 90 persen. Mereka siap mendukung kami tahun depan untuk mengembangkan Agrowisata ini agar bisa menjadi ikon Lobar,” pungkasnya. (ton/r10)

Berita Lainnya

Lobar Kembali Usulkan Tambahan Bantuan 75,6 M

Redaksi LombokPost

Kurtubi Ancam PLN NTB

Redaksi LombokPost

Akhirnya Bupati Ngaku! Benarkan Sertifikat Lahan LCC Dijadikan Agunan

Redaksi LombokPost

Cara Pokdarwis Sesaot Kenalkan Potensi Wisata Desa

Redaksi LombokPost

Senteluk Jadi Ikon Baru Wisata Halal NTB

Redaksi LombokPost

Wisatawan Tetap Cinta Senggigi

Redaksi LombokPost

Sertifikat Tanah LCC Digadai Rp 95 M

Redaksi LombokPost

Bank NTB Sosialisasikan Sharia Life

Redaksi LombokPost

Senggigi Aman, Wisatawan Bertahan

Redaksi LombokPost