Lombok Post
Headline Metropolis

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

NTB punya semangat dan gairah baru di bawah kepemimpinan baru. Menginjak usia 60 tahun, NTB punya misi gemilang. Yakni membangkitkan potensi industri olahan. Mampukah?    

———–

Angan-angan punya pusat industri olahan bukan wacana baru. Cita-cita itu sudah digaungkan cukup lama. Para gubernur terdahulu, termasuk TGB HM Zainul Majdi punya pandangan yang serupa. Bila industri olahan tumbuh dan berkembang dengan baik, dia akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi NTB.

Dengan hidupnya industri olahan di NTB, kekayaan sumber daya alam dapat diolah sehingga punya nilai lebih untuk dijual ke luar. NTB bukan lagi sekedar mengirim jagung atau bawang mentah, tapi jagung dan bawang yang sudah diolah dan punya nilai ekonomi tinggi.

NTB di bawah kepemimpinan H Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah kembali membangkitkan wacana tersebut. Sejak awal mereka  bercita-cita menjadikan NTB sebagai pusat teknologi dan industri nasional.

Zul-Rohmi percaya, untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran,  pengembangan industri olahan dan menghadirkan industri permesinan adalah salah satu cara efektif. Mereka membayangkan NTB akan dipenuhi industri dan pabrik-pabrik pengolahan.

Dalam visi misi NTB Gemilang, Zul-Rohmi menempatakan pemberdayaan ekonomi industri sebagai komitmen ketiga. Di dalamnya mencakup program menghadirkan industri olahan.  Mempermudah modal usaha dan akses keuangan bagi masyarakat, sehingga lahir pengusaha-pengusaha muda.

Komitmen ketiga inilah yang akan punya daya dongkrak langsung terhadap pengentasan kemiskinan. Sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbeda dengan program pengiriman 1.000 anak muda ke luar negeri yang punya tujuan jangka panjang. Karena itu, Gubernur Zul ditantang untuk segera merealisasikan janji tersebut.

Ditemui Lombok Post di ruang kerjanya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyadari misi menghidupkan industri olahan bukan perkara mudah. Terlebih, pascagempa pertumbuhan ekonomi NTB negatif hingga 13,99 persen pada kuartal  III-2018.

Selama satu tahun ke depan, NTB harus fokus pada upaya pemulihan.

Sekali pun menghadapi situasi yang amat sulit, tapi rasa optimis seakan menjadi oase yang membangkitkan rasa percaya diri untuk bisa membangun kembali perekonomian. Mengembangkan industri olahan tetap akan menjadi fokus Zul-Rohmi lima tahun mendatang.

Tiga bulan pertama memimpin, Zul-Rohmi belum banyak membuat kebijakan untuk mewujudkan itu. Tapi salah satu langkah yang coba dirintis adalah dengan membangun Science Technology Industrial Park (STIP) Banyumulek. STIP itu akan menjadi pusat pengembangan teknologi permesinan sekaligus tempat melatih pengusaha-pengusaha baru di bidang pengolahan.

Sehingga akan banyak anak muda NTB bergerak di bidang industri olahan. Misalnya pengolahan hasil pertanian, perikanan dan peternakan. Mereka akan dilatih di sana sampai bisa mandiri. Setelah itu, mereka keluar dan memulai bisnis pengolahan sendiri. ”Hadirnya STIP itu adalah untuk mendukung proses industrialisasi itu lebih cepat,” katanya.

Menurut Zul, menghadirkan industri olahan tidak sekedar imbauan atau keinginan saja. Tetapi harus dibarengi dengan pengetahuan dan butuh investasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Karenanya, pengiriman anak muda sekolah ke luar negeri juga bagian dari proses itu. Terlebih ke depan smelter akan berdiri di Sumbawa untuk mengolah bahan baku tambang di sana. Sehingga mineral logam yang dikirim tidak lagi bahan mentah, tetapi sudah punya nilai tinggi.

Tapi NTB tidak akan berhenti sampai smelter saja. Hal serupa juga diterapkan dalam pengolahan jagung, hasil perikanan, kelautan dan peternakan NTB. ”Kenapa ini tidak gampang? Karena belum menjadi prioritas kepala dinas. Mereka menganggap sekedar program rutin saja,” ungkapnya.

 Bukan Industri Wah

Gubernur Zul mengingatkan, industri olahan yang diinginkan tidak harus dalam bentuk industri besar dengan gedung pabrik yang besar pula. Menurutnya, industri olahan sekala kecil, menengah hingga besar dan benar-benar berdampak luas bagi perekonomian NTB.

Misalnya pengemasan produk kopi yang memenuhi standar. Sehingga pengusaha tidak hanya mampu memproduksi kopi biasa, tetapi dikemas dengan baik sehingga nilai tambahnya menjadi lebih baik. Demikian juga dengan kedelai, diolah menjadi bahan makanan lain sehingga punya nilai lebih.

Hal itu dibarengi dengan pengembangan teknologi untuk mendukung industri pengolahan.  Teknologi yang dikembangkan bukan teknologi mewah yang harus menembus angkasa. Tetapi teknologi sederhana yang mampu diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas produk.

Coba Pikat Investor

Proses industrialisasi itu pun tidak mudah. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk membangun pondasi daerah industri. Selain menyiapkan SDM, saat ini Zul mengaku tengah berupaya memikat para investor yang tertarik. Salah satunya investor di bidang pakan di Sumbawa. Demikian juga bidang lainnya, calon-calon investor sedang dirayu untuk mau menanamkan modal ke NTB.

Tapi sebelum berinvestasi banyak perhitungan yang mereka pertimbangkan. Tidak sekedar membangun pabrik, tetapi juga memikirkan kesinambungannya. ”Tidak bisa begitu saja, mau industri olahan langsung didirikan, tidak, butuh proses,” katanya.

Zul menargetkan, smelter akan menjadi ikon industri olahan di NTB. Industri pengolahan hasil tambang akan menjadi pendorong bagi industri lain.

Kirim 1.000 Petarung ke Luar Negeri

Tidak hanya bidang ekonomi dan industri, NTB gemilang juga menyakut beberapa bidang. Zul menjelaskan, Gemilang merupakan suatu gerakan mencintai lingkungan kesehatan dan pendidikan yang cemerlang.

NTB gemilang dijabarkan dalam delapan poin percepatan pembangunan, yakni akselerasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa yang transparan akuntabel. Akselerasi perwujudan masyarakat madani yang beriman dan berkarakter.  Akselerasi penanggulan kemiskinan dan kesenjangan. Caranya dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang memberikan nilai tambah.

Akselerasi peningkatan daya saing dan sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah. Akselerasi transformasi birokrasi menuju  birokrasi bersih dan melayani. Juga optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan.

Akselerasi pengembangan infrastruktur sektor unggulan dan kawasan strategis, dan optimalisasi penegakan hukum yang berkeadilan dan pemantapan stabilitas keamanan.

Zul menambahkan, kata “gemilang” dilandasi enam komitmen gemilang, yaitu gemilang di bidang pendidikan dan kesehatan. Upaya itu dilakukan melalui program pengiriman 1.000 putra putri NTB melanjutkan studi di luar negeri.

Pengiriman pemuda ke luar negeri menjadi salah satu program yang paling populer saat ini. Banyak anak muda berlomba-lomba ikut beasiswa agar bisa belajar di luar negeri.

Komitmen kedua adalah memberikan jaminan kesehatan bagi orang miskin, dan layanan Posyandu yang unggul dan berkualitas. Memperkuat peran perempuan sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan dan kesehatan.

Barulah komitmen ketiga, pemberdayaan ekonomi industri, mempermudah modal usaha dan akses keuangan bagi masyarakat. Keempat, komitmen dalam pembangunan sosial dan kebudayaan, yaitu memantapkan Islamic Centre sebagai pusat peradaban, menghadirkan NTB Care untuk penanganan masalah sosial.

Kelima, komitmen untuk membangun pedesaan. Gubernur Zul  menjanjikan, pemerintahannya akan memberikan Rp 1 miliar bagi desa wisata potensial dan Rp 100 juta bagi BUMDes potensial. Juga mendorong penggunaan energi terbarukan, menuntaskan kebutuhan air bersih, rumah layak huni, irigasi, dan bendungan. Melakukan pembangunan desa pesisir dan lingkar hutan yang produktif dan ramah lingkungan.

Keenam, komitmen membangun pariwisata. Dalam lima tahun ke depan, ia akan memperbanyak penerbangan domestik dan internasional ke NTB. Kemudian mengoptimalisasi destinasi wisata dan kawasan strategis Mandalika untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari semua itu, ada beberapa hal yang menjadi fokus dalam lima tahun ke depan. Pertama, menciptakan kondisi NTB yang aman dan nyaman bagi investasi, khusunya bagi industri pengolahan dan penciptaan lapangan kerja.

Kedua, memastikan NTB aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para wisatawan, dan ketiga membahagiakan rakyat NTB di tanah kelahirannya sendiri. (ili/r5)

Berita Lainnya

Tak Sungkan Korupsi Rumah Tuhan

Redaksi LombokPost

Komisioner Baru KPU NTB Dilantik Hari Ini

Redaksi LombokPost

Dorfin Felix, Bule Penyelundup Narkoba Kabur dari Polda NTB

Redaksi LombokPost

Izin PT Temada Tak Bermasalah

Redaksi LombokPost

Maret, PNS Baru Mulai Bekerja

Redaksi LombokPost

Pengangkatan P3K Menunggu Juknis

Redaksi LombokPost

Kadishub Baru Diminta Selesaikan Masalah Parkir

Redaksi LombokPost

Mataram Butuh Rp 60 M Lagi

Redaksi LombokPost

Dana Desa Naik Rp 193,1 Miliar

Redaksi LombokPost