Lombok Post
Headline Kriminal

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

PANTAU HARGA: Kasubdit IV AKBP Feri Jaya Satriansyah (berdiri, kiri) bersama Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengecek stabilitas harga di sejumlah pasar di Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM-Stabilnya harga kebutuhan pokok terus dijaga tim Satgas Pangan menjelang akhir tahun. Tim yang berisikan kepolisian dan intansi pemerintah terkait, mulai turun lapangan guna menjaga stok dan stabilisasi harga pangan.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, tim satgas pangan sudah melakukan operasi pasar. Ada tiga pasar di Kota Mataram yang masuk dalam pantauan dan menjadi acuan harga, yakni Pasar Mandalika, Pagesangan, dan Kebon Roek.

”Kita sudah ke sana akhir pekan lalu, bersama anggota tim juga, seperti Dinas Perdagangan NTB,” kata Syamsudin.

Menurut Syamsudin, langkah mengecek harga di pasar merupakan tindak lanjut dari pimpinan Polri. Polisi melalui tim satgas pangan dituntut untuk pro aktif melakukan pengecekan serta koordinasi dengan pemangku kebijakan di daerah.

”Tujuannya kita ingin pastikan stok barang dan jalur distribusinya lancar menjelang Hari Raya Natal dan pergantian tahun nanti,” ujar dia.

Menjelang Natal dan tahun baru, tak jarang dimanfaatkan spekulan untuk menangguk keuntungan berlebih. Mereka menimbun bahan pangan yang mengakibatkan stok berkurang dan berimbas pada naiknya harga.

Aksi spekulan, kata Syamsudin, tentu merugikan masyarakat. Karena itu, jajarannya terus mengintensifkan pengawasan di lapangan. Guna memastikan kecukupan stok pangan dan distribusinya.

”Kita upayakan seoptimal mungkin ya,” terangnya.

Sejauh ini, tim satgas pangan mengawasi 15 komoditi bahan pokok. Seperti, minyak goreng, telur, beras, hingga daging dan ayam. Syamsudin mengatakan, jajarannya terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dirreskrimsus mewanti-wanti distributor untuk tidak mencoba melakukan penimbunan. Apalagi berspekulasi memainkan harga untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Menurut dia, aksi spekulan sudah pasti akan diketahui tim satgas pangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran, kepolisian tidak akan segan melakukan upaya penegakan hukum. ”Jangan coba-coba karena pasti akan ketahuan. Kalau merugikan, konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum,” tegas Syamsudin.(dit/r2)

Berita Lainnya

Seleksi JPTP, Sekda Tekankan Transparansi

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost

Topat Agung di Pantai Duduk

Redaksi LombokPost

Data Penerima Jadup Ditarget Rampung 17 Juni

Redaksi LombokPost

Pemkab KLU Bentuk Tim Pengawas ASN

Redaksi LombokPost

Arus Balik Lebaran 2019, Antrean Panjang di Kayangan dan Poto Tano

Redaksi LombokPost

Pemudik Mulai Tinggalkan Pulau Lombok

Redaksi LombokPost