Lombok Post
Kriminal

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

BERI SANTUNAN: Kabag Sumda Polres Mataram Kompol Setia Widjatono dan Kasat Binmas Polres Mataram AKP Dewi Komalasari memberi santunan kepada keluarga RH, yang diduga menjadi korban tawuran antara pemuda Lingkungan Karang Genteng dan Desa Bajur, kemarin (17/12).

MATARAM-Kasus dugaan penganiayaan berat hingga mengakibatkan pria berinisial RH meninggal dunia, ditindaklanjuti jajaran kepolisian. Penyidik polisi memanggil sejumlah saksi guna mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

RH sebelumnya ditemukan tak bernyawa di areal persawahan, Lingkungan Dasan Kolo, Kelurahan Jempong Barat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Minggu (16/12). RH diduga menjadi korban tawura antara pemuda Lingkungan Karang Genteng, Kota Mataram dengan Desa Bajur, Lombok Barat (Lobar).

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, jajarannya tegas melakukan penegakan hukum apabila terjadi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. ”Ada korban yang meninggal dunia. Polres sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi,” kata Alam, kemarin (17/12).

Menurut Alam, langkah penegakan hukum tak terlepas dari bantuan masyarakat dan stakeholder terkait. ”Semoga penanganan bisa berjalan lancar. Dan, kita juga berharap situasi di lapangan tetap kondusif,” ujarnya.

Hingga kemarin, polisi masih melakukan pemeriksaan marathon terhadap saksi. Kapolres tak menyebut jumlah pasti total saksi yang sudah diperiksa. Namun, untuk pemeriksaan kemarin, ada tujuh orang saksi yang diperiksa penyidik Polres Mataram.

Alam mengatakan, setelah pemeriksaan rampung, penyidik akan melakukan gelar perkara. Menentukan siapa yang menjadi pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya RH. Karena itu, Alam tak ingin berspekulasi mengenai siapa tersangka di kasus ini.

”Saksi kita periksa dari dua belah pihak (Karang Genteng dan Bajur, Red). Tersangkanya nanti berdasarkan keputusan dari gelar perkara, apakah mereka (yang diperiksa) tetap saksi atau tersangka,” jelas Alam.

”Sementara ini, dugaan tindak pidananya penganiayaan yang menyebabkan luka maupun meninggal dunia,” sambung dia.

Menurut Alam, menyikapi situasi di lapangan, polisi akan tetap tegas menegakkan hukum. Karena itu, Kapolres meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Dia juga mengimbau warga Lingkungan Karang Genteng dan Desa Bajut untuk tidak terprovokasi terhadap isu-isu, yang bisa mengarah pada pelanggaran hukum.

”Kami memohon masyarakat menahan diri. Percayakan ini kepada Polri, kami akan melakukan penindakan hukum sesuai prosedur,” imbau Kapolres.

Lebih lanjut, untuk mengamankan situasi di lapangan, kepolisian menurunkan 350 personel. Terdiri dari Satbrimob dan Satsabhara Polda NTB serta anggota Polres Mataram. Mereka berjaga di sejumlah titik antara Lingkungan Karang Genteng dan Desa Bajur.

”Tugas Polri selain penegakan hukum, ada melindungi dan mengayomi masyarakat. Jadi, situasi kondusif di lapangan akan kita jaga,” pungkas Alam.

Sementara itu, Kabag Sumda Polres Mataram Kompol Setia Widjatono dan Kasat Binmas Polres Mataram AKP Dewi Komalasari menyambangi keluarga RH, kemarin. Kedatangan mereka untuk silaturahmi dan memberi santuan kepada keluarga korban.

Senada dengan imbauan Kapolres, Setia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berita yang belum tentu kebenarannya. ”Tadi ada disampaikan pesan masyarakat kepada kami. Mereka meminta agar dibuatkan pos pantau di sekitar bundaran Jempong. Ini nanti kita coba tindaklanjuti,” kata Setia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost