Lombok Post
NTB

KEK Mandalika Pukau Pengusaha Selangor

KERJA SAMA: Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menerima kenang-kenangan dari rombongan Pemerintah Provinsi Selangor, Malaysia usai meneken MoU kerja sama di KEK Mandalika, kemarin (17/12).

MATARAM-Pemprov NTB dan Selangor, Malaysia sepakat menjalin kerja sama. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) investasi komoditas potensial di Novotel, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kemarin (17/12). MoU diteken Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Peradaban Malaysia dan Warisan Selangor, Malaysia Datuk Abdul Rashid Asari.

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta para pengusaha tidak ragu berinvestasi di Lombok dan Sumbawa, terutama bidang pariwisata dan agroindustri di bidang pabrik olahan. Rohmi memaparkan, Lombok dan Sumbawa memiliki potensi pariwisata dan industri yang sama besarnya. Mulai dari wisata pantai/laut, gunung hingga desa wisata dengan beragam seni budaya. Para pengusaha bisa mengembangkan bisnis dan investasi perhotelan ataupun restoran. Pemprov akan memberikan kemudahan.

“Dengan kesamaan agama dan budaya, kita bisa bekerja sama mengembangkan segmen pariwisata,” kata Rohmi.

Sementara untuk agroindustri dan pengolahan, Rohmi mengatakan, potensi-potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Lombok maupun Sumbawa sangat terbuka bagi para pengusaha Selangor. Misalnya kerja sama ekspor seperti beras dan jagung. Jika perlu investasi pembangunan pabrik-pabrik atau mesin olahan hasil komoditi pertanian unggulan NTB.

Sementara dalam kerja sama Sister Province, NTB bisa belajar banyak dari Selangor. Salah satunya pada Kota Shah Alam, ibu kota provinsi Selangor.  Pendapatan Nasional Produk Domestik Bruto (GDP) Shah Alam merupakan tertinggi di Malaysia pada 2016 dan 2017.

Datuk Abdul Rashid Asari mengatakan, ia dan para pengusaha merasa cukup terkesan dengan kesiapan KEK Mandalika saat diajak berkeliling sebelum penandatanganan MoU.

“Keindahan pantai-pantai yang ada di Kuta ini sangat seronok, sedap dan indah dipandang. Mirip-miriplah dengan pantai Nusa Jaya di Negeri Johor Malaysia,” ujarnya.

Ia akan meyakinkan para pengusaha Negeri Selangor untuk mau menanamkan modal di NTB ini. Apalagi NTB dan Selangor juga punya kesamaan beragam seni, budaya dan wisata pantai-pantai yang indah. Begitu juga di bidang industri pertanian, perikanan, pengolahan maupun lainnya.

Industri permesinan serta pabrik pengolahan hasil komoditas pertanian maupun perikanan juga menjadi sektor yang siap dijajaki.

NTB dan Selangor juga akan bekerja sama di sektor pendidikan. Terutama beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswi NTB ke sejumlah universitas ternama di Malaysia, salah satunya di Negara Bagian Selangor. Rencananya, Pemprov NTB akan mengirimkan 500 hingga 1.000 mahasiswa untuk melanjutkan studi sarjana maupun pascasarjana di Malaysia.

Sedangkan kerja sama jangka pendek dalam konteks rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa NTB. Penggunaan teknologi rumah tahan gempa Rumah Instan Baja (RIABA) juga dikembangkan di Malaysia. Langkah awal kerja sama di bidang pengembangan RISBA adalah kunjungan sebagian pengusaha RISBA asal Selangor ke Science Techno and Industrial Park (STIP) Banyumulek Mataram. Itu sebagai langkah penjajakan kesesuaian spesifikasi dan standarisasi produk. (ili/r7)

Berita Lainnya

Penutupan Pendakian Rinjani Bisa Lebih Lama

Redaksi LombokPost

Perdagangan Ilegal Ancam Satwa NTB

Redaksi LombokPost

Jangan Endapkan Dana Desa!

Redaksi LombokPost

Pemprov Ikat Bupati dan Wali Kota Wajib Jalankan Program Zero Waste

Redaksi LombokPost

Ayo Liburan ke Pulau Moyo!

Redaksi LombokPost

Perkim Pakai Metode Peningkatan Kualitas untuk Penanganan RTLH

Redaksi LombokPost

Bukan Batal, Kedatangan Kapal Pesiar Hanya Tunda

Redaksi LombokPost

Pulau Lombok Masih Steril, 1.011 Orang Digigit Anjing Liar

Redaksi LombokPost

Tenaga Kerja Lokal Harus Bisa Bersaing

Redaksi LombokPost