Lombok Post
Headline Politika

Calon Komisioner Gagal Somasi KPU

SUDAH SEPI: Kondisi terkini kantor secretariat Timsel KPU NTB dan 10 kabupaten/kota kemarin. Kini tahapan sudah beralih ke KPU RI.

MATARAM-Seleksi calon anggota KPU di NTB menyisakan persoalan. Sejumlah calon anggota KPU Sumbawa melayangkan somasi ke KPU RI.  Surat somasi tertanggal 16 Desember 2018 ini ditandangani sembilan orang peserta seleksi calon anggota KPU Sumbawa.

Sembilan orang yang menandatangani surat somasi tersebut adalah H Ahmad Yani, Fathul Muin, Sunan Khairani, Kamul Husni, Deddy Suprapto, Agus Ariyanto, Iwan Haryanto, Hendri Salahuddin, dan M Aries ZA.

H Ahmad Yani membenarkan hal itu. ”Iya benar, itu surat somasi kami yang buat dan sudah dikirim ke KPU RI,” ujarnya saat dihubungi Lombok Post via telepon, kemarin.

Itu adalah bentuk protes dan ketidakpercayaan terhadap hasil penetapan 10 besar calon anggota KPU Sumbawa oleh Timsel I. Penetapan 10 besar dinilai janggal. Beberapa pertimbangannya adalah penetapan peringkat 10 besar dengan mengakumulasi nilai tes CAT, tes psikologi, tes kesehatan, dan tes wawancara. Itu bertentangan dengan PKPU Nomor 25 Tahun 2018 tentang perubahan PKPU Nomor 7 Tahun 2018 pasal 25 ayat 5 tentang seleksi anggota KPU provinsi dan kabupaten/kota. Ditambah Keputusan KPU Nomor 35/pp.06-KPT/05/KPU/II/2018 tentang petunjuk teknis seleksi calon anggota provinsi dan kabupaten/kota. Namun ia tak menjelaskan apa poin yang dimaksud tersebut.

Kemudian beredarnya hasil tes kesehatan   yang bersifat rahasia bertentangan dengan Keputusan KPU Nomor 35/pp.06-KPT/05/KPU/II/2018 tentang petunjuk teknis seleksi calon anggota KPU provinsi dan kabupaten/kota Bab II angka 6 huruf (g). Sehingga berdampak psikologis pada peserta seleksi yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) kesehatan rohani. ”Sebagian besar nama-nama yang ditetapkan sepuluh besar juga terindikasi titipan ormas-ormas besar,” sindirnya.

Selain itu, salah satu calon anggota KPU Sumbawa yang masuk 10 besar diragukan independensinya. Disebabkan yang bersangkutan memiliki hubungan keluarga dengan salah satu penyelenggara pemilu dan salah satu caleg DPRD Sumbawa. ”Padahal tanggapan masyarakat juga sudah masuk tapi tidak jadi pertimbangan timsel. Ini bertentangan dengan PKPU Nomor 25 Tahun 2018,” katanya.

Berdasarkan argumentasi tersebut, pihaknya menuntut penetapan 10 besar dibatalkan. KPU diberi tenggat waktu sepekan sejak surat somasi dikirimkan. ”Jika tidak ditanggapi kami akan tempuh jalur hukum,” tandasnya.

Pihaknya juga meminta tim dokter RSJ Mutiara Sukma memberikan klarifikasi atas beredarnya nilai hasil tes kesehatan rohani. Mereka juga menuntut dilakukan tes kesehatan rohani ulang terhadap enam orang yang dinyatakan TMS. ”Kami menolak intervensi ormas-ormas dalam seleksi calon anggota KPU Sumbawa,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Timsel I Ahmad Zuhairi memberikan klarifikasinya. Terkait tersebarnya hasil tes kesehatan rohani, dia mengatakan pihaknya tidak mengetahui mengapa bisa terjadi. Yang jelas timsel tidak pernah menyebarkan hasil tes. ”Kalau ada peserta yang tidak lulus dan ingin tahu kenapa sebabnya bisa menanyakan langsung ke kami. Tapi sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Sedangkan tudingan 10 besar yang merupakan titipan dari ormas tertentu juga dibantah timsel. Dalam proses seleksi, timsel ditegaskan selalu bekerja profesional. Termasuk jika ada masukkan dari masyarakat terkait calon anggota KPU, timsel pasti melakukan klarifikasi langsung. ”Kami memang terima masukan dari masyarakat. Tapi tidak lengkap bukti, jadi tidak bisa kita tindaklanjuti,” tandasnya.

Meskipun begitu, timsel mengapresiasi langkah calon anggota KPU Sumbawa yang sudah melakukan somasi ke KPU RI. Karena wewenang proses seleksi sekarang sudah berada di KPU RI, setelah hasil tes seluruhnya diserahkan ke sana. ”Kalau memang ada yang tidak terima dengan hasilnya, ada ruang yang bisa diambil. Bisa ke PTUN atau somasi ke KPU RI,” pungkasnya.  (puj/r4)

Berita Lainnya

Honda Luncurkan Skutik Casual Fashionable, Genio

Suami Wagub Belum Tertarik Kursi Bupati Di Pilkada Lombok Tengah 2020

Redaksi LombokPost

Mau Nyalon, Ini Empat Modal Wajib!

Redaksi LombokPost

Belum Menyerah, Rusni Incar Wali Kota

Redaksi LombokPost

Nasdem Dukung Najmul, Bila …

Redaksi LombokPost

Gagal ke DPR, Muazzim Lirik Pilbup Loteng

Redaksi LombokPost

Analisa Sementara Peta Politik Mataram, Mana Lebih Kuat?

Redaksi LombokPost

Total 1.691 Warga NTB Digigit Anjing Gila

Redaksi LombokPost

“NW Bersatu” Cari Dukungan Partai

Redaksi LombokPost