Lombok Post
Headline Kriminal

Tujuh Warga Jadi Tersangka

TETAP KONDUSIF: Jajaran kepolisian masih melakukan penjagaan di wilayah Lingkungan Karang Genteng, Kota Mataram dan Desa Bajur, Lombok Barat untuk memastikan kondusifnya keamanan pascaperkelahian pemuda, kemarin (18/12).

MATARAM-Polisi menetapkan tujuh orang tersangka, buntut perkelahian pemuda di Lingkungan Karang Genteng, Kota Mataram dengan Desa Bajur, Lombok Barat (Lobar). Dari tujuh orang, empat orang masih berusia anak.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, ketujuh orang telah ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka. Tiga orang ditahan di sel tahanan Polres Mataram dan sisanya dititipkan di Lapas Anak, Lombok Tengah (Loteng).

”Tersangka (ditetapkan) Senin malam, semuanya ditahan. Untuk yang anak, kita titipkan di (Lapas Anak) Lombok Tengah,” kata Alam, kemarin (18/12).

Selain menetapkan tersangka, polisi juga mendapati kayu yang diduga sebagai senjata dalam perkelahian yang menewaskan RH, pria berusia 25 tahun. Kayu tersebut menjadi barang bukti dalam kasus tersebut.

Tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka berasal dari Lingkungan Karang Genteng dan Desa Bajur. Kapolres mengatakan, peran masing-masing tersangka terungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan jajarannya.

”Saling memberi keterangan mengenai penganiayaan dan pembunuhan,” terang Alam.

Terhadap ketujuh orang tersangka, polisi menjerat mereka dengan Pasal 170 ayat 2 ke-3 Juncto Pasal 351 ayat 3 KUHP. Kedua pasal mengatur pidana akibat perbuatan kekerasan maupun penganiayaan yang menyebabkan kematian. Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun dan 7 tahun penjara.

Setelah penetapan tujuh orang sebagai tersangka, Kapolres menyebut masih terbuka peluang untuk tersangka lain. Kepolisian terus melakukan pengembangan di proses penyidikan.

”Kemungkinan (tersangka) lain ada, ini masih pengembangan. Kita lihat nanti di penyidikan,” jelas dia.

Lebih lanjut, Kapolres Mataram kembali memberikan imbauan terkait peristiwa yang terjadi akhir pekan lalu. Kata Alam, dia meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi. Dalam penindakan hukumnya, kepolisian juga terus bekerja sama dengan tokoh masyarakat di Karang Genteng dan Desa Bajur.

”Tidak bosan kita imbau masyarakat untuk tetap rukun,” imbau Alam.

”Kita juga berpesan kepada orang tua, apabila mengetahui anak atau keluarga yang ingin melakukan tindak pelanggaran hukum, itu dicegah,” pesan Kapolres.

Menurut Alam, langkah penegakan hukum tak terlepas dari bantuan masyarakat dan stakeholder terkait. ”Semoga penanganan bisa berjalan lancar. Dan, kita juga berharap situasi di lapangan tetap kondusif,” tuturnya.

Sebelumnya, RH ditemukan tak bernyawa di areal persawahan, Lingkungan Dasan Kolo, Kelurahan Jempong Barat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Minggu (16/12). RH merupakan korban tawuran warga Desa Bajur, Lombok Barat dan Karang Genteng, Kota Mataram. Usai penemuan jenazah RH, puluhan personel kepolisian berjaga di perbatasan antara Desa Bajur dan Karang Genteng.

Untuk mengamankan situasi di lapangan, kepolisian menurunkan 350 personel. Terdiri dari Satbrimob dan Satsabhara Polda NTB serta anggota Polres Mataram. Mereka berjaga di sejumlah titik antara Lingkungan Karang Genteng dan Desa Bajur.

”Tugas Polri selain penegakan hukum, ada melindungi dan mengayomi masyarakat. Jadi, situasi kondusif di lapangan akan kita jaga,” pungkas Alam.(dit/r2)

Berita Lainnya

Pemalsuan Data Tes P3K Mencuat

Redaksi LombokPost

Delapan WNA Amerika Dideportasi

Redaksi LombokPost

Sakit Hati, Somad Kuras Barang Tetangga

Redaksi LombokPost

Ibu Rumah Tangga Terima Paket Sabu

Redaksi LombokPost

Yuk..!! Kenali Visi Caleg Muda Ampenan, Budi Satriawan

Redaksi Lombok Post

RS Internasional Mandalika Telan Rp 112 Miliar

Redaksi LombokPost

Camat Prabarda Akan Diberhentikan Sementara

Redaksi LombokPost

Pesan Tukang Pijat yang Datang Rampok

Redaksi LombokPost

Lima Kilo Ganja Dalam Bumbu Dapur

Redaksi LombokPost