Lombok Post
Tanjung

Masuk DPT tapi Belum Rekam E-KTP

Sahabuddin

TANJUNG-Jelang Pemilu 2019, banyak masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (E-KTP). Menangani permasalahan ini, Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Dukcapil) KLU turun langsung ke desa. Dengan cara ini diharapkan seluruh masyarakat KLU bisa memiliki E-KTP sehingga memenuhi persyaratan untuk memilih pada Pemilu 2019 mendatang.

“Dukcapil sudah bekerja secara maksimal, berusaha untuk menjangkau seluruh masyarakat,” ujar Kepala Dinas Dukcapil KLU Sahabuddin, belum lama ini .

Ia menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU terkait dengan perekaman E-KTP. Dari koordinasi tersebut diketahui masih banyak masyarakat dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang belum melakukan perekaman E-KTP. Ironisnya, banyak di antara pemilih yang terdaftar dalam DPT masih enggan melakukan perekaman E-KTP.

“Contohnya untuk Desa Sesait dan Desa Selegen, dari ratusan warga yang kami panggil untuk melakukan perekaman E-KTP sesuai data DPT, ternyata yang datang untuk melakukan perekaman itu hanya puluhan warga saja,” tuturnya.

Tidak banyaknya warga yang datang melakukan perekaman disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, tidak sampainya pemberitahuan ke warga. Ia mengakui, pihaknya meminta masing-masing PPS dan KPPS untuk memberitahukan pemilih yang belum memiliki E-KTP untuk melakukan perekaman.

”Melalui kantor desa juga diumumkan, tapi ternyata tetap tidak banyak warga yang datang,” sambungnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Atlet Berprestasi Terima Bonus

Redaksi LombokPost

Polres Lombok Utara Tuntaskan 65 Persen Kasus Pidana

Redaksi LombokPost

Pastrnak scores with twelve seconds still left, Bruins edge Stars

Redaksi Lombok Post

Jatah BPNT Harus Dihabiskan

Redaksi LombokPost

Gili Strong Bangkitkan Pariwisata

Redaksi LombokPost

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost