Lombok Post
Tanjung

Gili Strong Bangkitkan Pariwisata

FINISH: Dua wisatawan asing disambut meriah saat mencapai garis finish dalam lomba lari tujuh kilometer dalam event Gili Strong Triathlon di Gili Trawangan, Sabtu (22/12) lalu.

TANJUNG-Minggu pertama pascagempa Agustus lalu, pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU) lumpuh total. Apalagi sejumlah fasilitas pendukung pariwisata mengalami kerusakan yang cukup parah.

Namun kondisi ini tak berlangsung lama. Warga dan para pelaku pariwisata di tiga gili mulai bangkit. Berbagai kegiatan digelar untuk menarik wisatawan datang kembali ke KLU. Salah satunya Gili Strong Triathlon 2018 yang digelar di Gili Trawangan, Sabtu (22/12) lalu.

Event yang digagas  para pelaku wisata yang tergabung dalam Asosiasi Gili Trawangan (APGT), Gili Hotel Association, dan Gili Eco Trust ini sukses menarik perhatian banyak wisatawan. Banyak wisatawan asing ikut ambil bagian dalam event sport tourism itu.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempecepat kebangkitan pariwisata Lombok dan NTB,” ujar Ketua Panitia Gili Triathlon Acok Zani Bassok, Sabtu (22/12).

Diadakan Gili Strong Triathlon 2018 sebagai upaya dari pelaku wisata NTB khususnya di Gili Trawangan meningkatkan kunjungan wisatawan.Sekaligus meyakinkan kepada wisatawan mancanegara dan nusantara bahwa objek wiata di NTB telah pulih dan aman dikunjungi.

“Ini sebagai bukti pariwisata di NTB khususnya gili di KLU baik-baik saja, terutama di Gili Trawangan,” sambungnya.

Ia melanjutkan,  event sport tourism tersebut menyuguhkan sejumlah kompetisi. Di antaranya lomba lari tujuh kilometer yang diikuti sebanyak 124 peserta. Baik peserta lokal maupun peserta wistawan asing. Selain itu juga ada kompetisi renang sepanjang 600 meter dan bersepeda sepanjang lima kilometer. Peserta terdiri dari individu sebanyak 34 orang dan tim sebanyak 30 orang.

“Alhamdulillah yang ikut lumayan ramai, meski tidak seramai even gili strong sebelumnya,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua APGT itu mengatakan, selain kompetisi olahraga, pihaknya juga menyediakan stan kuliner, dan musik tradisional khas Sasak, gendang beleq. Ia berharap dengan even ini, wisatawan nusantara dan mancanegara kembali datang berwisata ke Lombok terutama ke Gili Trawangan.

“Kami berharap juga kepada pemerintah untuk terus membatu kami (pelaku pariwisata, Red) dalam proses recovery pariwisata,” pungkasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Bupati KLU Segera Surati Presiden Terkait Mahalnya Bagasi Pesawat

Redaksi LombokPost

Fasilitas Dermaga Harus Dibenahi

Redaksi LombokPost

Wabup Tidak Banyak Tahu Pergantian Direktur RSUD

Redaksi LombokPost

Bawaslu KLU Temukan Indikasi Pemilih Ganda

Redaksi LombokPost

DP2KBPMD Tingkatkan Kapasitas UUKS

Redaksi LombokPost

Retribusi IMTA Diambil Alih Pusat

Redaksi LombokPost

Proyek Harus Libatkan TP4D

Redaksi LombokPost

DLHPKP Percantik Armada Pengangkutan Sampah

Redaksi LombokPost

Mutasi Direktur RSUD Diwarnai Penolakan

Redaksi LombokPost