Lombok Post
NTB

1.658 Orang Mendaftar Jadi Fasilitator

Agung Pramuja

MATARAM-Kendala kurangnya fasilitator sempat menjadi penghambat pembangunan rumah tahan gempa. Namun saat ini, penambahan tenaga fasilitator telah menemui titik terang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja mengatakan rekrutmen fasilitator sudah masuk tahap registasi ulang dan penandatangan fakta integritas.

“Jumlah yang mendaftar mencapai 1.658 orang, namun yang kami terima hanya seribu orang saja, yang baru registrasi ulang ada 900-an orang sementara ini,” tegasnya, kemarin (30/12).

Agung menyebut, masyarakat sangat antusias untuk mengikuti perekrutan fasilitator ini. Ternyata tidak hanya dari kalangan yang berpendidikan teknik saja. Akan tetapi juga ada dari pendidikan ekonomi, sosial politik dan beberapa bidang ilmu lainnya.

Sebelum diterjunkan ke daerah terdampak, terlebih dulu para fasilitator akan diberi pembekalan selama satu hari. Dengan rincian pada 3-4 Januari 2019, dilakukan pembekalan di Pulau Lombok sebanyak 800 orang. Artinya, dalam sehari, ada 400 orang yang diberi pembekalan. Sementara pada 6 Januari, akan diberi pembekalan sebanyak 200 orang di Sumbawa.

Pembekalan yang akan diberikan nantinya berkutat pada teknik bangunan, untuk kategori rusak sedang dan ringan. Kemudian ilmu manajemen penanganan darurat. Cara menggunakan dana siap pakai (DSP).

“Sekaligus nanti bagaimana agar semua dana yang ada bisa dipertanggung jawabkan akuntabilitasnya, semua itu akan dipelajari fasilitator,” jelas Agung.

Saat disinggung mengenai sumber dana pembiayaan gaji fasilitator, Agung menegaskan jika hal itu bersumber dari DSP Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BPBD NTB sendiri telah mengajukan sejumlah anggaran Rp 18,4 miliar ke BNPB. Namun sampai saat ini pencairan dana masih dalam proses.

Meski sumber dana masih berproses, Agung menjelaskan, pihaknya sudah memiliki acuan legalitas hukum dalam melakukan proses rekrutmen. Yaitu bersumber dari surat Sekretaris Utama BNPB.

“Surat ini menyebutkan selama proses pencairan dana, daerah diperbolehkan untuk melakukan proses rekrutmen,” terang Agung.

Setelah pembekalan, BPBD akan berkonsultasi kembali ke BNPB mengenai kapan tenaga fasilitator akan diterjunkan ke lokasi terdampak. Karena pencairan dana untuk rusak sedang dan ringan sudah masuk ke rekening masyarakat.

Fasilitator ini tidak akan bekerja perorangan tetapi dalam bentuk tim. Satu tim rencananya terdiri dari tujuh atau delapan anggota. Diharapkan fasilitator bisa menjadi sahabat untuk membantu masyarakat, pokmas, PPK dan pemerintah desa. Supaya komunikasi dan sinergitas dalam proses pembangunan rumah tahan gempa bisa terlaksana dengan baik.

Fasilitator bisa membantu pokmas dalam membuat gambar rumah, menyusun RAB dan membantu mempertanggungjawabkan dana bantuan yang digunakan. Jika tidak ada halangan, diharapkan juga tenaga fasilitator akan mulai bekerja pada pertengahan Januari 2019.

“Rencananya mereka akan bekerja selama tiga bulan, mudah-mudahan dengan langkah seperti ini, ada titik terang dalam proses percepatan pembangunan rumah tahan gempa ini,” tandas Agung. (cr-yun/r7)

Berita Lainnya

217 Ribu Anak Belum Punya Akta Kelahiran

Redaksi LombokPost

ITDC Akan Pasang Sembilan Alat Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Pemprov Lobi Lion Air dan Garuda

Redaksi LombokPost

Anggaran Minim, Perbaikan Infrastruktur Tersendat

Redaksi LombokPost

NTB di Atas Target Rata-rata Nasional

Redaksi LombokPost

Pemprov dan Pemkab Loteng Angkat Tangan

Redaksi LombokPost

Ritel Wakaf Pelopor Kebangkitan Ekonomi

Redaksi LombokPost

2018, Penjualan Listrik Naik Enam Persen

Redaksi LombokPost

Stok Obat ARV Masih Aman

Redaksi LombokPost