Lombok Post
Selong

Desa Kembang Kuning Siap Sambut Wisatawan

RESMIKAN SARPRAS: Sekjen Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi Anwar Sanusi didampingi Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menandatangani prasasti wisata Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Sabtu (29/12).

SELONG-Homestay, toilet, jalan, dan penerangan merupakan sarana serta prasrana (sarpras) wisata yang wajib ada. Sebagai destinasi wisata, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur telah berhasil  melengkapinya.

Kesiapan tersebut mengundang kedatangan Sekjen Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI Anwar Sanusi. Ia meresmikan sarana dan prasarana destinasi wisata Desa Kembang Kuning, Sabtu (29/12) lalu. Hadir pula Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, dan Deputi Bidang Pengembangan  Destinasi Wisata, Kemenpar Dadang Rizki Ratman.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menjelaskan, dari 21 kecamatan, 18 diantaranya terdampak langsung oleh gempa bumi. Ada lima kecamatan yang terparah. Namun ia bersyukur, saat ini kondisi Lotim sudah bisa dikatakan kondusif.

Sukiman menegaskan potensi sumber daya alam Lotim layak dikembangkan. Ia menjelaskan, ada tiga potensi yang akan dikembangkan sesuai potensi daerah tersebut. “pertanian, kelautan perikanan, dan pariwisata,” kata mantan Dandim 1615 Lotim itu.

Menurutnya, Kembang Kuning merupakan satu dari sekian desa yang memiliki potensi SDA melimpah. Tak hanya itu, pengelolaan desa juga terbilang gemilang. Terbukti, tahun ini Kembang Kuning mendapatkan penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa terbaik di Provinsi NTB.

Kata Sukiman, tentu prestasi tersebut menjadi pemicu bagi desa lainnya. Selain itu, ia menegaskan peresmian pembangunan sarpras pendukung destinasi wisata Desa Kembang Kuning merupakan momentum bagi Lotim untuk meningkatkan gairah dalam membangun sektor pariwisata, pertanian, dan juga kelautan dan perikanan.

Sekjen Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Anwar Sanusi menyampaikan apresiasi kepada Desa Kembang Kuning. Ia mengatakan, hadirnya dana desa sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa merupakan semangat bagi desa untuk tumbuh dan berkembang.

Dengan DD, desa dengan mandiri dapat berpegang  pada jati diri dan budayanya. Selain itu, desa juga dapat membangun wilayah dan masyarakatnya. Dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan masyarakatnya.

“Selama empat tahun pelaksanaan program DD, telah banyak capaian kinerja yang dihasilkan dengan pemanfaatan DD, untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat di desa,”  jelasnya.

Menurutnya, atraksi, aksebility, dan mnitas merupakan tiga poin yang penting untuk diperhatikan dalam membangun wisata. Karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dibutuhkan. Ia berharap, Desa Kembang Kuning bisa lebih maju lagi. (tih/r7)

Berita Lainnya

Dikbud Gagalkan Pernikahan Dini Jelang UN

Redaksi LombokPost

M Rido Abdillah, Penderita Tumor Ganas di Rahang dan Mata

Redaksi LombokPost

Mengintip Aktivitas Napi di Rutan Kelas IIB Selong

Redaksi LombokPost

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost

JCH Lotim Naik 40 Persen

Redaksi LombokPost

Satpol PP Sasar Taman Tugu Selong

Redaksi LombokPost

Pesta Pantai Labuhan Haji Diserbu Pengunjung

Redaksi LombokPost

Arus Balik Lebaran 2019, Antrean Panjang di Kayangan dan Poto Tano

Redaksi LombokPost

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum