Lombok Post
Headline Selong

Para Pemuda Ini Benar-benar Bejat

PELAKU PEMERKOSAAN: Tersangka tindak pidana pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia saat ditahan di Porles Lotim, kemarin (30/12).

SELONG-Kasus kekerasan seksual kembali terjadi di Lombok Timur. Kali ini empat pemuda menyetubuhi seorang siswi SMP sampai tak bernyawa. Tindakan kekerasan seksual dan fisik tersebut terjadi di Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Sabtu (29/12).

Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama menerangkan, kejadian tersebut menimpa siswi dari Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, berinisial EA, 15 tahun. Sementara empat pelaku adalah IH, 34 tahun; M, 23 tahun; PE, 25 tahun; dan S.

“Saat ini kita sudah menangkap tiga pelaku. Satu lagi S masih DPO,”  terang Yogi.

Kejadian bermula saat S yang diduga sebagai pacar korban pergi menonton acara musabaqah. Sepulang dari sana, korban diajak S dan tiga temannya IH, M, dan PE mengonsumsi minuman keras. Usai mengonsumsi minuman keras, S menyetubuhi korban di kebun yang ada di Dusun Sukamulia Praida, Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga.

Setelah itu, S menawarkan korban untuk disetubuhi juga oleh rekan-rekannya. Namun korban menolak. Mendapat penolakan, korban pun dibujuk untuk pulang bersama IH. Tetapi, IH nampaknya punya siasat untuk membawa korban ke sebuah tempat untuk disetubuhi. Mengetahui hal itu, korban melompat dari atas sepeda motor yang sedang melaju.

Akibat jatuh dari sepeda motor, korban pun pingsan. Melihat kondisi tersebut, S dan PE membawa korban yang sedang pingsan menuju Dusun Lendang, Desa Sukarema, Kecamatan Aikmel. Di tengah perjalanan, S dan PE bergantian menyetubuhi korban. Setelah sampai, M dan IH menunggu giliran menyetubuhi korban yang tak berdaya tersebut.

“Mereka menyetubuhi korban yang dalam keadaan pingsan,” jelas Yogi.

Tindakan bejat tersebut mereka akhiri dengan membawa korban ke Puskesmas Kalijaga. Namun saat dalam perjalanan ke puskesmas korban sudah meninggal dunia.

Mendengar kejadian tersebut, Yogi langsung turun ke Puskesmas Kalijaga. Ia bertemu dengan pelaku yang mengaku sebagai penolong. Persis seperti di film-film, dengan gaya tak bersalah para pelaku menerangkan diri sebagai pahlawan.

“Katanya korban ditemukan di jalan dan langsung di bawa ke puskesmas,” tuturnya.

Kata Yogi, kedok mereka terbongkar setelah tim Resmob Polres Lotim bersama Polsek Suralaga menemukan bukti lain di TKP. Keterangan yang diberikan pelaku sama sekali berbeda dengan temuan polisi. Akhirnya, kurang dari 1×24 jam, ketiga pelaku diringkus ke polisi. Pada saat penangkapan berlangsung, pelaku sempat melawan. Sehingga pelaku terpaksa ditembak.

“Untuk lebih jelasnya, kami akan melakukan konferensi pers besok pagi (hari ini, Red),” kata Yogi.

Kapolsek Suralaga Ipda Nicolas Usman menerangkan, tindakan kekerasan seksual dan fisik hampir tak pernah terjadi di wilayahnya. “Kalau minum-minum memang sering. Tapi belinya di luar Suralaga,” terang Usman. (tih/r7)

Berita Lainnya

Ayo, Berwisata ke Sembalun Rinjani!

Redaksi LombokPost

Tak Sungkan Korupsi Rumah Tuhan

Redaksi LombokPost

Brigadir Agus Salim, “Radar” Penolong Warga Tak Mampu

Redaksi LombokPost

Komisioner Baru KPU NTB Dilantik Hari Ini

Redaksi LombokPost

Dorfin Felix, Bule Penyelundup Narkoba Kabur dari Polda NTB

Redaksi LombokPost

Pemkab Siap Bangun Infrastruktur Sport Tourism di Bukit Pergasingan

Redaksi LombokPost

Izin PT Temada Tak Bermasalah

Redaksi LombokPost

Izin PA Bisa Lindungi Anak dan Istri

Redaksi LombokPost

Andrea Ardi Ananda, Pustakawan Kebanggaan DPK Lotim (1)

Redaksi LombokPost