Lombok Post
Headline Selong

DPO Penganiaya Siswi SMP Didor

JADI BARANG BUKTI: Kapolres Lotim AKBP Ida Bagus Made Winarta (kiri) didampingi Kasat Reskrim Polres AKP I Made Yogi Purusa Utama (tengah) menunjukkan barang bukti kasus tindakan kekerasan seksual yang berhasil diungkap di Mapolres Lotim, Senin (31/12).

SELONG-Polres Lombok Timur berhasil menangkap SAS, 18 tahun, DPO pelaku kekerasan seksual dan penganiayaan terhadap EA, 15 tahun, kemarin (1/1). Pelaku ditangkap di wilayah Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga. Saat ditangkap SAS mencoba melarikan diri, sehingga polisi terpaksa melumpuh pelaku.

“DPO pelaku tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban EA meninggal dunia telah terungkap,” kata Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama kepada Lombok Post, kemarin (1/1).

Mengenakan sarung dan kaos hitam bertuliskan Adidas, SAS tak berdaya di Mapolres Lotim. Betis sebelah kanannya terbalut perban akibat lucutan timah panas petugas.

Yogi menerangkan sekitar pukul 06.30 Wita, SAS ditangkap tim Resmob Polres Lotim bersama anggota Polsek Suralaga. Dalam pelariannya, SAS bersembunyi ke beberapa tempat. SAS juga sempat menginap di rumah pelaku lainnya BUL yang terletak di wilayah Praida, Kecamatan Suralaga. Orang tua BUL waktu itu tak mengetahui jika anaknya telah tertangkap polisi. Orang tua BUL pun memberikan SAS menginap di rumahnya.

“Di sana ia mencuri pakaian dan handpone milik orang tuanya BUL. Terus dijual untuk biaya pelariannya,” terang Yogi.

Namun tak sempat berlari jauh, SAS akhirnya berhasil dibekuk polisi.

Kapolres Lotim AKBP Ida Bagus Made Winarta sebelumnya menerangkan ke empat pelaku terkena kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak. Ditambah tindak pidana kekerasaan fisik terhadap anak yang menyebabkan korban meninggal dunia. Adapun ke empat pelaku berinisial AP, 28 tahun;  MB,  23 tahun,  dan SAS, 18 tahun dari Suralaga. Satu pelaku lain IR, 32 tahun dari Kopang.

“Pelaku telah berhasil kita amankan kurang dari 1×24 jam,” kata Winarta.

Barang bukti yang ditemukan berupa satu buah sepeda motor jenis Yamaha Vixion yang digunakan pelaku membawa korban. Sebuah sorban atau syal yang diduga digunakan pelaku mencekik leher korban. Selain itu ada juga pakaian dalam pelaku dan korban. Juga kondom yang berlumuran darah.

Berdasarkan hasil otopsi ditemukan luka akibat benda tumpul dan robek di leher akibat pencekikan. “Kita temukan aksi bejatnya diawali dengan perlakuan yang keras berupa mencekik leher korban,” terangnya.

Akibat perbuatan mereka, keempat pelaku dijerat dengan pasal 81 atau pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Di mana ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” kata Winarta. (tih/r7)

Berita Lainnya

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Polisi Akhirnya Turun Tangan Tertibkan Galian C Ilegal

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Terpal dan Trauma Healing

Redaksi LombokPost

OPD Harus Pahami Visi Misi Bupati

Redaksi LombokPost

Jaringan Irigasi Jangan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost