Lombok Post
Tanjung

Polres Lombok Utara Tuntaskan 65 Persen Kasus Pidana

KONFERENSI PERS: Kapolres Lombok Utara Herman Suriyono menjelaskan capaian penanganan tindak pidana di KLU selama tahun 2018 beserta barang bukti (BB) yang diamankan di depan kantor Mapolres Lombok Utara, Senin lalu (31/12).

TANJUNG-Kasus pelanggaran hukum yang terjadi sepanjang tahun 2018 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tercatat sebanyak 188 kasus. Dari jumlah tersebut, 119 kasus tindak pidana di antaranyab berhasil diungkap.

“Artinya kita sudah bisa membereskan sebanyak 65 persen kasus di tahun 2018,” ujar Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono dalam konferensi pers akhir tahun 2018, Senin lalu (31/12).

Di Lombok Utara, tindak pidana paling banyak ditemukan adalah kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (curas). Tahun lalu, kasus curas tercatat sebanyak 27 kasus, kasus curat sebanyak 17 kasus, dan curanmor 12 kasus.

Pada akhir operasi cipta kondisi yang dilakukan, ada 10 kendaraan bermotor yang diamankan. Kendaraan tersebut diketahui merupakan hasil curanmon dan penggelapan. Herman mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan segera mengambil kendaraannya ke Mapolres KLU dengan menyertakan identitas kendaraan.

“Kendaraan ini akan kami berikan, tidak ada biaya apapun,” tegasnya.

Untuk kasus narkoba pihaknya berhasil mengungkap 27 kasus. Barang bukti yang diamankan berupa sabu sebanyak 442, 24 gram, ganja 1.528,81 gram, ekstasi sebanyak 4 butir dan minuman keras sebanyak 356 botol.

Untuk kasus kecelakaan lalulintas pada tahun lalu terbilang cukup tinggi. Selama tahun 2018, tercatat kasus kecelakaan sebanyak 60 kejadian yang mengakibatkan 31 orang meninggal dunia dan 97 lainnya luka ringan.

“Kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 134 juta,” tambahnya.

Di Lombok Utara, kasus pelanggaran lalu lintas juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 2.515 pelanggaran yang ditemukan selama tahun 2018. Kasus didominasi oleh pelanggar yang tidak memiliki SIM sebanyak 875 pelanggaran, tidak lengkap surat kendaraan sebanyak 760 pelanggaran, dan kelengkapan kendaraan sebanyak 177 pelanggaran.

Ia melanjutkan, pihaknya berharap tahun ini, para pengguna jalan semakin sadar saat berkendara. Yakni dengan mematuhi aturan lalu lintas. Seperti melengkapi helm, SIM, surat kendaraan, dan kelengkapan lainnya.

Ia menambahkan, pada tahun lalu, pihaknya juga melakukan beberapa operasi. Yakni operasi gatarin, operasi pemberantasan curat dan curanmor, operasi keselamatan gatarin dan operasi pekat, operasi ketupat, operasi antik, operasi zebra,hingga operasi mantap raja yang digelar saat pemilihan gubernur.

“Ada juga operasi lilin gatarin untuk pengamanan Natal dan pergantian tahun,” pungkasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Atlet Berprestasi Terima Bonus

Redaksi LombokPost

Pastrnak scores with twelve seconds still left, Bruins edge Stars

Redaksi Lombok Post

Jatah BPNT Harus Dihabiskan

Redaksi LombokPost

Gili Strong Bangkitkan Pariwisata

Redaksi LombokPost

Masuk DPT tapi Belum Rekam E-KTP

Redaksi LombokPost

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost