Lombok Post
Headline NTB

2019, Pemprov Targetkan Investasi Rp 16 Triliun

H Lalu Gita Ariadi

MATARAM-Meski porak-poranda akibat gempa, Pemprov NTB memasang target tinggi untuk sektor investasi. Tahun 2019 ditargetkan Rp 16 triliun. Naik Rp 2 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 14 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) NTB H Lalu Gita Ariadi menjelaskan, target itu sudah dihitung dengan cermat. Angka itu menurutnya memungkinkan terealisasi hingga akhir tahun.

Target itu didasarkan pada izin-izin prinsip penanaman modal ke DPM-PTSP dalam dua tiga tahun terakhir. Ada yang sudah merealiasikan, tapi ada juga yang belum. Mereka yang belum akan terus didekati agar segera merealisasikannya. ”Itu kita anggap sebagai potensi,” katanya.

Contohnya di KEK Mandalika, sudah banyak investor yang tanda tangan kontrak dengan PT ITDC. Ketika sudah kontrak, tinggal didorong agar realisasi investasinya tuntas.

Investasi di NTB masih didominasi sektor pariwisata dan pertambangan. Tahun ini, DPM-PTSP menggenjot sektor pertanian lebih diminati investor. Salah satu strategi menarik minat investor adalah dengan membuat satu kawasan, seperti KEK Mandalika dan Samota di Sumbawa.

Bentuk Forum Investasi

Untuk meningkatkan nilai investasi, Pemprov NTB akan menggelar Lombok-Sumbawa Investment Forum, Juni mendatang. Forum itu akan menjadi tempat bertemunya para calon investor yang ingin menanamkan modalnya ke NTB. ”Mudah-mudahan 50 sampai 100 investor coba kita undang,” katanya.

          Investor yang diundang adalah mereka yang pernah datang menjajaki kerja sama. Selain itu juga yang sudah mendaftarkan penanaman modal di NTB. Mereka akan diundang kembali agar investasinya benar-benar terealisasi.

Di antaranya investor dari Malaysia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, serta negara-negara Eropa. Mereka akan diarahkan berinvestasi di bidang olahan. Mengelola sumber daya alam yang ada di NTB menjadi barang jadi atau setengah jadi untuk dikirim ke luar. Baik komoditas pertanian dan hortikultura.

Misalnya, investor dari Selangor tertarik mengolah buah alpukat di Lombok Utara. Selama ini mereka membeli alpukat dari Australia. Padahal buah itu tumbuh dengan bagus di Lombok. Sebab mereka sudah cukup pengalaman membudidaya alpokat. Bila beroperasi mereka tentu akan menyerap banyak tenaga kerja. (ili/r7)

Berita Lainnya

Honda Luncurkan Skutik Casual Fashionable, Genio

Benahi Fasilitas Objek Wisata !

Redaksi LombokPost

Pemprov Jamin Anggaran Berkualitas

Redaksi LombokPost

NTB Didorong Masuk CoST Internasional

Redaksi LombokPost

IKPI Mataram Gelar Seminar Pajak Internasional

Redaksi LombokPost

Pansel Libatkan Pejabat Kemendagri

Redaksi LombokPost

OPD Harus Segera Action!

Redaksi LombokPost

Somasi Sarankan Lapor ke APH

Redaksi LombokPost

ESDM Anggap 11 IUP Tidak Melanggar

Redaksi LombokPost