Lombok Post
NTB

3.764 Rumah Korban Gempa Dibangun

3.764 Rumah

MATARAM-Jumlah rumah korban gempa Lombok-Sumbawa yang terbangun mencapai 3.764 unit. Baik yang masih dalam proses pengerjaan maupun yang sudah selesai dan siap huni.

          Rumah-rumah tahan gempa yang dibangun itu tersebar di delapan daerah terdampak yakni Kota Mataram dalam bentuk rumah instan sederhana sehat (Risha) 317 unit, rumah instan konvensional (Riko) 194 unit, dan 4 unit lainnya dibangun secara individu.

Di Lombok Barat 246 unit rumah dalam bentuk Risha dan 133 unit Riko, 9 unit dibangun sendiri oleh warga. Sementara di Lombok Utara yang jadi lokasi terparah rumah terbangun masih sedikit yakni 92 dalam bentuk Risha dan 104 dalam bentuk rumah instan sederhana kayu (Rika).

Di Lombok Tengah justru lebih banyak 356 unit Risha dan 268 Riko. Daerah paling progresif pembangunannya adalah Kebupaten Lombok Timur, 714 unit Risha, 377 unit Rika, 271 unit Riko, 40 unit rumah cetak raswari Indonesia (RCI), dan 44 unit dibangun secara individu.

Kemudian di Kabupaten Sumbawa Barat terbangun 41 unit Risha, 94 unit Rika, 225 unit Riko, dan di Kabupaten Sumbawa 114 unit Risha, 96 Rika dan 25 unit Riko.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum menjelaskan, 3.764 unit rumah itu sebagian sudah jadi dan sebagaian besar dalam proses pembangunan. Jumlah rumah yang dibangun terus bertambah seiring banyaknya Pokmas yang sudah mencairkan bantuan. Hanya saja, rumah tidak bisa rampung dalam sekejap. Karen butuh waktu untuk menyelesaikan sampai benar-benar layak huni.

Untuk mempercepat pembangunan rumah tahan gempa, pilihan jenis rumah ditambah. Terbaru rumah instan berbahan baja menjadi salah satu alternatif warga. Dengan begitu, keterbatasan panel Risha tidak menghambat. ”Yang jadi kendala kita terbatasnya jumlah fasilitator,” ujar Rum.

Untungnya sudah direkrut 1.500 tenaga fasilitator. Yakni, 1.000 orang dari sipil dan 500 orang dari anggota TNI. Mereka berperan mempercepat pembantukan Pokmas. Sehingga rehab rumah rusak sedang dan ringan ke depan akan lebih cepat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB I Gusti Bagus Sugihartha menjelaskan, jumlah rumah yang terbangun dan layak huni berbeda. Bisa saja rumah itu sudah terbangun konstruksi saja. Namun untuk benar-benar siap dihuni masih butuh pekerjaan lanjutan. Baik dengan menambah fasilitas kamar mandi, jendela, pintu dan bagian rumah lainnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Penyuluh Sosial Wajib Punya Empat Kemampuan

Redaksi LombokPost

Tarif Menara Telekomunikasi Dikeluhkan

Redaksi LombokPost

RKS Siapkan Program Sosial

Redaksi LombokPost

Inspektorat Warning Kepala OPD

Redaksi LombokPost

Nunggak, Pemilik Kendaraan Bisa Dipidana

Redaksi LombokPost

207 Lokasi di NTB tanpa Sinyal

Redaksi LombokPost

Potensi Pariwisata dan Ekonomi Harus Dikembangkan

Redaksi LombokPost

Jembatan Lombok-Sumbawa Butuh Rp 20 Triliun

Redaksi LombokPost

Samota Akan Jadi Cagar Biosfer UNESCO

Redaksi LombokPost