Lombok Post
Politika

Danrem Konsolidasi ke KPU NTB

PAKAI JARGON UNIK: Baliho salah satu caleg dari PKS yang menggunakan rangkaian kata-kata unik, ”emak-emak ya pilih emak-emak” di Jempong, kemarin. Kalimat ini jelas untuk menyasar pemilih perempuan, namun bagaimana dengan pemilih laki-laki? Masih maukah melirik caleg yang sudah mengkhususkan diri?

MATARAM-Danrem 163/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengunjungi KPU NTB, kemarin. Kedatangannya dan jajaran untuk menindaklanjuti informasi terkait pemilu 2019 mendatang. ”Kita ingin silaturahmi, sekaligus share informasi terkait adanya beberapa kejadian,” ujar Rizal usai menggelar pertemuan dengan komisioner KPU NTB, kemarin.

Selain itu, dirinya juga berdiskusi dengan KPU terkait langkah-langlah yang harus dilakukan agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan aman dan lancar. Dalam pertemuan tersebut pihaknya juga menanyakan progres penyaluran logistik pemilu. Dari penjelasan KPU, logistik sudah sampai di kabupaten/kota, inilah yang sebutnya harus diamankan, untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Termasuk mencegah potensi hoax. ”Mudah-mudahan dandim di daerah bisa mengecek juga,” harapnya.

Untuk peran serta TNI dalam penyaluran logistik, Rizal mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Polri untuk pengamanan. Saat ini dikatakannya, pengamanan masih dilakukan secara parsial, tidak secara rutin menjaga gudang logistik. ”Beda nanti kalau sudah pelaksanaan pemilu. TNI tetap mengawal proses pemilu hingga ke TPS yang berada di titik terpencil dan terjauh,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU NTB Divisi Teknis Suhardi Soud mengapresiasi komitmen TNI untuk ikut mengamankan distribusi logistic. Termasuk hingga pelaksanaan pemungutan suara bersama aparat kepolisian kelak. ”Kita ingin NTB kondusif selama pemilu. Kita tidak ingin muncul isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Salah satu isu negatif yang muncul sekarang adalah adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Menanggapi kabar ini, Suhardi mengatakan berita tersebut tidak benar. Karena pencetakan surat suara baru dimulai 17 Februari mendatang. ”Kita ingin menangkal hoax yang beredar dengan data dan fakta,” pungkasnya. (puj/r4)

Berita Lainnya

Komisioner Baru KPU NTB Dilantik Hari Ini

Redaksi LombokPost

Panwsacam Ampenan Perpanjang Kontrak Staf

Redaksi LombokPost

Zakiy Mubarok, Bangun Kesadaran Kolektif Pentingnya Politik

Redaksi Lombok Post

BPN Prabowo-Sandi Minta Relawan Lakukan Kampanye Santun

Redaksi LombokPost

KPU Janji Layani 8.000 Pemilih Disabilitas

Redaksi LombokPost

Coblos Lima Surat Suara, Masyarakat Butuh Sosialisasi

Redaksi LombokPost

Peserta Pemilu Laporkan LPSDK

Redaksi LombokPost

Bawaslu Libatkan Ratusan Relawan Pengawas Pemilu

Redaksi LombokPost

PMII Bantu Bangun Musola di Daerah Terdampak Gempa

Redaksi LombokPost