Lombok Post
Kriminal

Dua Tahun Buron, Pembobol Toko Dibekuk

TAK BURON LAGI: Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menerangkan penangkapan Ramdan alias Long, terduga pelaku pembobolan toko variasi mobil, kemarin (4/1).

MATARAM-Pelarian Ramdan alias Long terhenti di tangan tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram. Nyaris dua tahun Long jadi buron polisi, usai aksinya membobol toko aksesori mobil di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, jajarannya Long merupakan pelaku ketiga yang diamankan. Sebelum Long, ada Nizar, 20 tahun, yang lebih dulu ditangkap, medio Maret 2017.

”Pelaku sudah masuk DPO hampir dua tahun. Tapi, kemarin berhasil kita amankan di rumahnya,” kata Alam, kemarin (4/1).

Untuk aksi pembobolan toko variasi mobil, pelaku menggunakan modus dengan menjebol plafon toko. Di sini mereka mengambil sedikitnya 13 item aksesori mobil. Antara lain, dua power monoblock ads, dua sensor parkir, lampu LED, dan dua unit 4ch audioboss.

Selain aksesori mobil, pelaku juga mengambil uang tunai yang ada di dalam toko sebanyak Rp 4 juta. Akibatnya, korban menderita kerugian sekitar Rp 27 juta.

Selain membobol toko, dalam catatan kepolisian, Long bersama Nizar juga mencuri di salah satu koperasi simpan pinjam, di Kecamatan Sekarbela. Pencurian ini dilakukan usai aksinya di toko variasi mobil.

Modus yang digunakan sama dengan pencurian pertama. Mereka lebih dulu merusak lubang ventilasi sebelum mengambil barang di dalam kantor. Di lokasi pencurian kedua, pelaku mengambil uang tunai sebanyak Rp 30 juta.

”Untuk tersangka pertama, sudah lama kita limpahkan ke penuntut umum. Sudah dihukum di Lapas Mataram,” terang Alam.

Penangkapan terhadap Long membutuhkan waktu cukup lama. Padahal, Long berdalih hanya berdiam diri di rumahnya usai pencurian yang dilakukan bersama Nizar. ”Saya cuma diam di rumah saja,” aku dia.

Long mengatakan, dirinya hanya berpindah tempat satu kali saja. Yakni, untuk bekerja di Gili Trawangan, Lombok Utara. ”Di sana kerja, serabutan,” ujarnya.

Mengenai nominal hasil pencurian yang cukup besar, Long menyebut dirinya hanya menerima uang sebanyak Rp 350 ribu. Uang tersebut diberikan usai pencurian. ”Saya gak tahu yang lain dapat berapa. Kalau saya cuma Rp 350 ribu saja dikasih,” kata dia.

Terlepas dari pengakuannya, Long berhasil diringkus jajaran Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram. Penyidik hingga kemarin masih memeriksa yang bersangkutan untuk mempercepat proses pelimpahan ke penuntut umum.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost